Indonesia Bikin Jepang Kelimpungan, Minta Izinkan Ekspor Batubara, Negaranya Terancam Krisis Listrik

Jepang mengaku ekonomi negaranya terancam karena kekurangan listrik bila Indonesia tak membuka kran ekspor batubara untuk bahan bakar listriknya

Editor: Hendra
KOMPAS/ADI SUCIPTO
Ilustrasi batubara 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA -- Kebijakan pemerintah melarang ekspor batubara membuat negara maju seperti Jepang kelimpungan.

Pasalnya sampai saat ini negara Matahari terbit itu pasokan listriknya masih bersumber pada batubara asal Indonesia.

Sontak dengan larangan ekspor batubara itu bisa membuat negaranya terancam kekurangan pasokan listrik.

Padahal kebijakan larangan ekspor yang dilakukan pemerintah Indonesia itu baru saja di keluarkan.

Baca juga: Wali Kota Bekasi Buka OTT KPK Tahun Ini, Kasusnya Suap Proyek Hingga Lelang Jabatan

Khawatir hal itu terjadi Pemerintah Jepang melalui Kedutaan Besar untuk Indonesia menyurati Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif perihal larangan ekspor batubara yang berlaku sepanjang bulan Januari 2022.

Intinya, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kanasugi Kenji meminta pemerintah Indonesia mempertimbangkan kembali kebijakan larangan ekspor batubara tersebut.

Berdasarkan surat yang salinannya diterima Kontan.co.id, Kanasugi Kenji selaku Ambassador Extraordinary and Plenipotentiary of Japan to the Republic of Indonesia mengatakan surat ini dituliskan untuk meminta perhatian terhadap keprihatinan Jakarta Japan Club (JJC) tentang surat B-1605/MB.05/DJB.B/2021 dan B-1611/MB/05/DJB.B/2921 yang diterbitkan oleh Kementerian ESDM pada 31 Desember 2021 mengenai Pemenuhan Kebutuhan Batubara untuk Kelistrikan Umum dan Pelarangan Penjualan Batubara ke Luar Negeri.

Dalam surat tersebut, Kedubes Jepang dan eksportir batubara Jepang menyampaikan dua poin keprihatinan serius atas pemberlakuan larangan tersebut.

Pertama, Kenji bilang, berhubungan dengan surat izin ekspor batubara ke Jepang belum diberikan dan kapal yang telah menyelesaikan penanganan kargo tidak dapat meninggalkan pelabuhan sejak 1 Januari.

"Industri Jepang secara teratur mengimpor batubara dari Indonesia untuk pembangkit listrik dan manufaktur dengan perkiraan sekitar 2 juta ton per bulan dan pelarangan ekspor akan memberikan dampak yang serius bagi aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari masyarakat," Jelas Kenji dalam surat yang diterima Rabu (5/1).

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved