Breaking News:

Persekusi Aktivis Lingkungan

Persekusi Aktivis Lingkungan Beltim, Gapabel Minta Aparat Penegak Hukum Proaktif

Rumah aktivis lingkungan yang berada di Desa Sukamandi, Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung itu digeruduk sekitar 150 orang.

Penulis: Disa Aryandi | Editor: Tedja Pramana
Istimewa
Ketua Gapabel Priode 2020-2024 Yuda Pratama saat menerima penyerahan bendera dari Fifin Heriyanto, Minggu (25/10/2020) lalu. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Yuda Pratama, Ketua Gabungan Pecinta Alam Belitong (Gapabel) mengaku kecewa dengan adanya peristiwa massa mengeruduk rumah Yudi Amsoni.

Rumah aktivis lingkungan yang berada di Desa Sukamandi, Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung itu digeruduk sekitar 150 orang.

Yuda menilai aktivitas pertambangan timah ini membuat Daerah Aliran Sungai (DAS) antara Desa Sukamandi dan Desa Mekar Jaya kritis.

Yuda mengatakan, persekusi yang dilakukan oleh beberapa oknum penambang timah tersebut sangat tidak dibenarkan.

Apalagi aktivis lingkungan tersebut adalah pejuang lingkungan, yang seharusnya bergerak dilindungi oleh undang-undang lingkungan hidup.

Baca juga: Peristiwa Persekusi Pengurus Fordas Beltim, Wakil Ketua DPRD Babel: Selesaikan Secara Bijak

Baca juga: Ketua Forum DAS Babel Geram Atas Intimidasi yang Dilakukan Penambang di Beltim

"Ya seharusnya tindakan ini di dukung sebagai cerminan untuk pelestarian. Di tambah lagi apa yang dilakukan Yudi adalah hak azasi manusia, karena mempertahankan lingkungan dari tambang ilegal. Kalau kejadian seperti itu kontradiktif, paradoksal dan tidak proporsional," kata Yuda kepada Posbelitung.co, Jumat (7/1/2022).

Kata dia, ini adalah bagian dari realitas yang mengecewakan. Seharusnya para pelaku tambang ilegal dihukum sesuai undang-undang berlaku.

Apalagi melakukan penambangan di daerah terlarang yang tidak dibenarkan sesuai undang-undang.

"Apalagi merusak mangrove, dan daerah aliran sungai. Cost recovery dari keruskan yang ditimbulkan tak ternilai, dan ini sangat merugikan lingkungan," ujarnya.

Gapabel meminta kepada aparat penegak hukum untuk bertindak proaktif dalam menyikapi peristiwa tersebut. Sehingga tidak terkesan diam dengan apa yang sudah terjadi.

Baca juga: Penambang Ilegal Intimidasi Pengurus Fordas, Ahmadi: Ciderai Falsafah Melayu Babel

"Intinya negara ini negara hukum, seharusnya diselesaikan secara hukum. Tindakan Yudi seharusnya di apresiasi bukan malah di intimidasi dan di persekusi seperti itu," bebernya.

Menurut dia, jika menggunakan perspektif hukum pasal 66 undang-undang nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Yudi sebagai pejuang lingkungan.

Sehingga tidak seharusnya diberikan tindakan seolah olah Yudi melakukan tindakan melawan hukum.

"Padahal dalam kasus ini Yudi memperjuangkan lingkungan. Apalagi jelas dalam kasus ini tindakan persekusi dan intimidasi termasuk ranah pidana. Jangan sampai dengan adanya kejadian ini menurunkan wibawa pemerintah dan aparat hukum karena melakukan pembiaran terhadap pelanggaran hukum," pungkasnya.

(Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved