Breaking News:

Kasus Pernikahan Dini Selama 2021 Naik, Dinsos Belitung: Rawan Nikah Siri Hingga Picu KDRT

Sosialisasi dan pencegahan pernikahan dini juga perlu dilakukan lintas sektor, sampai ke perlunya perhatian orang tua dan masyarakat sekitar.

tribunnews
Ilustrasi pernikahan dini. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kabid Perlindungan Hak Perempuan dan Hak Anak Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kabupaten Belitung Erniwati mengatakan pernikahan di bawah umur rawan berbuntut panjang.

Mulai dari memicu pernikahan secara siri, kesulitan mengurus administrasi saat memiliki anak, hingga menjadi pemicu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Rentetan kasus ini pun ditemui pihaknya terjadi pada 2021 lalu karena aduan yang masuk ke pihaknya.

"Yang kasusnya nikah siri, bermasalah, lalu datang ke sini, kami dengarkan ucapan talaknya, ada banyak. Baru nikah sudah KDRT, kami pun sulit berbicara menutupi karena nikah sirinya saja acaranya besar-besaran," katanya, Minggu (9/1/2022).

Menurut dia, implementasi pencegahan pun semakin sulit jika hanya dilakukan pihaknya saja. Karena permasalahan sesungguhnya karena norma-norma yang sudah mengalami pergeseran.

Sepanjang 2021, kasus pernikahan di bawah umur yang tercatat di Kementerian Agama Kabupaten Belitung terdapat 92 anak. Mengalami peningkatan dibanding 2020 yang ada 61 anak. Jumlah tersebut hanya merupakan pernikahan yang tercatat.

Sosialisasi dan pencegahan pernikahan dini juga perlu dilakukan lintas sektor, sampai ke perlunya perhatian orang tua dan masyarakat sekitar.

Kepedulian dan pengawasan perlu dilakukan sehingga anak tidak terjebak pada pergaulan yang cenderung menjerumuskan. Juga perlunya penanaman nilai-nilai spiritual.

Di sisi lain, jika peningkatan kasus pernikahan anak terus terjadi, status Kabupaten Layak Anak (KLA) Belitung tak akan terjadi. Terakhir pada 2021 ini, status KLA Belitung masih stagnan dengan predikat pratama.

"Padahal ini menjadi dilema, kami tidak bisa bekerja sendiri, banyak lintas sektor berkaitan," ucapnya.

Di samping itu, Analis Perlindungan Perempuan dan Anak DSPPPA Kabupaten Belitung Nina Kreasih menyebut akhir-akhir ini banyak kasus perempuan yang mengalami KDRT fisik. Padahal pembuktian permasalahan domestik ini susah.

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved