Breaking News:

Kementerian BUMN Salurkan 3,7 Juta Liter Minyak Goreng, Beltim Berusaha Dapat Jatah

Kementerian BUMN bakal memberikan jatah 3,7 juta liter minyak goreng subsidi melalui PT Industri Nabati Lestari (INL) ke seluruh Indonesia.

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Tedja Pramana
Posbelitung.co/BryanBimantoro
Kepala Bidang Perdagangan DPMPTSPP Belitung Timur Kristian Ajie saat ditemui di ruangannya, Selasa (11/1/2022). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Perdagangan (DPMPTSPP) Belitung Timur (Beltim) bakal berusaha mendapatkan jatah minyak goreng dari pemerintah pusat yakni Kementerian BUMN.

Diketahui Kementerian BUMN bakal memberikan jatah 3,7 juta liter minyak goreng subsidi melalui PT Industri Nabati Lestari (INL) ke seluruh Indonesia.

Ditemui di ruangannya, Selasa (11/1/2022), Kepala Bidang Perdagangan DPMPTSPP Beltim, Kristian Ajie mengatakan upaya ini sebagai langkah pemerintah daerah dalam menyetabilkan harga minyak goreng yang saat ini melambung di Belitung Timur dan Indonesia secara keseluruhan.

"Per hari ini harga minyak goreng dari HET-nya Rp14 ribu sekarang di pasaran Rp20-23 ribu per liter. Belum lagi harga bahan pokok lain yang juga melambung," kata Ajie.

Ajie bilang hari ini sudah berkirim surat kepada kementerian dan selanjutnya bakal berkoordinasi karena jumlah 3,7 juta liter itu bakal diperebutkan di seluruh kabupaten/kota se-Indonesia.

Dia menargetkan akan meminta sekitar tujuh ribu liter minyak goreng dengan alokasi seribu per kecamatan.

Selain minyak goreng, bapokting yang ikut mengalami kenaikan adalah telur ayam. Saat ini, harga satuan telur ayam ditingkat pengecer mencapai Rp2500 per butir. Kenaikan harga telur ayam dipicu ongkos angkut karena rata-rata didatangkan dari luar pulau.

"Harga telur kita minta petunjuk dengan pimpinan daerah dan bekerjasama dengan Satgas Pangan apakah dalam waktu dekat ini akan melaksanakan operasi pasar murah dan bekerjasama dengan asosiasi petelur," jelas Ajie.

Ajie menyebut operasi pasar murah khusus telur ayam kemungkinan melibatkan BUMD Sedulang Jaya Desa Lalang Jaya yang bergerak di peternakan ayam petelur.

"Kita tahu BUMD Sedulang Jaya sudah nasional, jadi alangkah baiknya pemkab bekerjasama dengan BUMD dalam hal operasi pasar untuk menekan harga telur," ujar Ajie.

Ajie menyampaikan bahwa operasi pasar yang sudah pasti dilaksanakan adalah mendekati hari raya. Operasi pasar itu sudah dianggarkan melalui APBD 2022 sebesar Rp1,9 miliar rupiah untuk 8.605 penerima manfaat.

Namun dia tidak menutup kemungkinan jika memang dalam kondisi dan situasi extra ordinary maka bisa dilakukan operasi pasar lebih cepat sebagai upaya intervensi harga oleh pemerintah.

(Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved