Breaking News:

Geliat Investasi Tambak Udang Vaname di Babel Meningkat, BKIPM Sebut Mutu Benur Sangat Penting

Dia menegaskan, jangan sampai nanti benur yang tidak sehat ditebar, karena otomatis nantinya akan gagal panen dan merugikan pengusaha itu sendiri.

Penulis: Riki Pratama | Editor: Novita
Bangka Pos/Riki Pratama
Kepala Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Provinsi Babel, Dedy Arief Hendriyanto 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Kepala Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dedy Arief Hendriyanto, mengatakan, mutu benur udang vaname sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas udang yang bakal dipanen sebagai prodak ekspor.

Ia mengakui, saat ini sedang banyak-banyaknya investor yang masuk Babel untuk membuat tambak udang vaname.

"Saya baru satu bulan di Babel, jadi fokus awal di tambak udang, mengingat euforia tambak udang ini, sebab harus dikendalikan penyakitnya. Suplai benih udang vaname pada tahun 2020 dan 2021 yang masuk dari wilayah lain ke Pulau Bangka naik signifikan, nominalnya setara sebesar Rp15 miliar," kata Dedy kepada wartawan, Rabu (12/1/2022).

Dedy mengatakan, Babel memiliki peluang untuk pengembangan pembenihan udang mandiri dengan melibatkan BKIPM sebagai Quality Assurance Mandatory KKP, sehingga dapat termonitor perkembangannya melalui Early Warning System.

"Laboratorium kami telah tersertifikasi ISO 17025,17020 dan 9001. Oleh karena itu, periksakan benih udangnya sebelum tebar di tambak. Kami bisa cek WSSV, TSV, IMNV, AHPND dengan metode PCR dan Vibrio parahaemolitycus dengan metode konvensional mikrobiologi," jelasnya.

Dia menegaskan, jangan sampai nanti benur yang tidak sehat ditebar, karena otomatis nantinya akan gagal panen dan merugikan pengusaha itu sendiri.

"Maret kita akan me-launching aplikasi periksa tambak udang menggunakan karantina online atau satam kaolin, nantinya sistemnya by android. Jadi nantinya pengusaha udang ini bisa mengetahui semuanya seperti virus udang, bakteri, kualitas air dan lainnya," kata Dedy.

Dengan adanya aplikasi tersebut, lanjut dia, pihaknya dapat memetakan daerah mana saja yang rentan penyakit.

"Jadi bisa diantisipasi terlebih dulu, agar investor ini tidak rugi. Karena kami selain fungsi pelayanan, mengantisipasi masuknya benih ikan atau benur yang dikhawatirkan merugikan sosial dan ekonomi masyarakat," imbuhnya.

Dia berharap kerja sama para pengusaha atau investor tambak udang, sebab tidak ada yang bisa menjamin kesehatan benur tersebut apabila tidak diperiksa melalui laboratorium.

Untuk diketahui, berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Babel , investasi tambak udang vaname di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terdapat 137 lokasi tambak udang.

Namun, sejumlah perusahaan belum bekerja sama dengan BKIPM Babel terkait mutu benih udang atau benur yang bakal dibudidayakan. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved