Breaking News:

Dua Mess Belitung di Jakarta Berganti Nama, Diambil dari Nama Geosite Ini

"Jangan sampai keluarga dan pasien susah saat berobat di Jakarta, karena orang berobat pastinya ingin kondisi wisma yang nyaman," ucapnya.

Penulis: Disa Aryandi | Editor: Novita
Ist/Dokumentasi Prokopim Setda Belitung
Peresmian Mess Kalibaru Timur yang berganti nama menjadi Mess Bukit Peramon, Kamis (13/1/2022). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Mess Belitung Kalibaru Timur dan Mess Kemayoran yang berlokasi di Jakarta Pusat, berganti nama.

Penggantian nama itu disahkan oleh Bupati Belitung, H Sahani Saleh (Sanem), Kamis (13/1/2022) kemarin.

Mess Kalibaru Timur kini bernama Mess Bukit Peramun, sedangkan Mess Kemayoran berganti nama jadi Mess Batu Bedil.

Dua nama baru mess ini mengadopsi nama geosite yang ada di Kabupaten Belitung.

"Kebetulan semua sudah direhab, jadi kami ganti namanya sesuai nama-nama geosite yang ada di Belitung. Termasuk secara administrasi juga, sudah kami ganti namanya," kata Bupati Belitung, H Sahani Saleh (Sanem), kepada Posbelitung.co, Jumat (14/1/2022).

Mess Bukit Peramun berada di Jalan Kalibaru Timur III Nomor 24, Kelurahan Bungur, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.

Adapun Mess Batu Bedil berlokasi di Jalan Kemayoran Barat Nomor 1, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Peresmian pergantian nama mess tersebut secara simbolis dilaksanakan di Mess Bukit Peramun, yang dihadiri oleh Wakil Bupati Belitung, Isyak Meirobie, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung, H MZ Hendra Caya.

"Mess ini juga sudah kami rehab supaya lebih baik dari sebelumnya. Apalagi mess ini biasa digunakan untuk keluarga pasien-pasien rujukan dari Belitung ketika berada di Jakarta, termasuk tempat pasien menginap ketika sedang menjalani rawat jalan di Jakarta," jelas Sanem.

Hal ini, lanjutnya, sebagai bentuk pelayanan maupun perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung dalam mendukung Program Sistem Pelayanan Kesehatan Terintegrasi (Sehati).

"Jangan sampai keluarga dan pasien susah saat berobat di Jakarta, karena orang berobat pastinya ingin kondisi wisma yang nyaman," ucapnya.

Secara fungsi, Mess Bukit Peramun akan dimanfaatkan Program Sehati sebanyak 40 persen untuk dukungan berobat, 40 persen berobat mandiri, serta 20 persen keperluan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan anggota DPRD Belitung.

Mess berlantai tiga itu menghabiskan pagu anggaran sebesar Rp6 miliar, memiliki 18 kamar dengan fasilitas lift, AC, toilet, laundry, rooftop (smooking area), dapur dan lainnya.

"Untuk kegiatan pembangunan wisma ini, sudah ada DED-nya tahun 2016, dan bisa terlaksana pada tahun 2021 kemarin. Ini adalah suatu kebanggaan baru bagi Belitung, dan untuk kepentingan masyarakat," kata Sekda Belitung, H MZ Hendra Caya. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved