Polres Jakarta Pusat Jelaskan Video Syur 61 Detik Mirip Nagita Slavina, Singgung Fake Alias Palsu

Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat telah melakukan penelitian terhadap sebuah video tak senonoh yang pemeran perempuannya mirip Nagita Slavina.

Editor: Eltjandring
Instagram/@raffinagita1717
Presenter kondang Raffi Ahmad buka suara soal gosip yang menyebut pernah selingkuh setelah menikah dengan Nagita Slavina. 

POSBELITUNG.CO - Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat telah melakukan penelitian terhadap sebuah video tak senonoh yang pemeran perempuannya mirip Nagita Slavina.

Terkait video asusila tersebut, Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat telah menerima laporan dari Kongres Pemuda Indonesia (KPI).

Penyidik juga akan segera memanggil Presiden Kongres Pemuda Indonesia Pitra Romadoni sebagai pelapor untuk dimintai keterangan.

Video yang memperagakan aksi tak senonoh di atas tempat tidur.

Dalam video itu juga disisipkan dua foto yang diduga mirip Nagita Slavina.

Mengenai ini, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Wisnu Wardhana mengatakan laporan tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

"Iya masih lidik mas, masih dalam tahap penyelidikan, nanti konfirmasi dengan si pelapor dulu," kata Wisnu Wardhana kepada Tribunnews, Minggu (16/1/2022).

Dalam waktu dekat ini Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat akan memanggil Presiden Kongres Pemuda Indonesia, Pitra Romadoni selaku pelapor untuk dimintai keterangannya.

Menurut Wisnu, penyidik merasa perlu menggali lebih jauh keterangan dari pelapor.

"Nanti minggu depan berarti minggu ini (pemeriksaan pelapor), nanti dikabari lagi ya," ujar Wisnu.

Perlu diketahui, pelapor hanya memberikan bukti berupa tangkapan layar dan rekaman video.

Video Syur mirip Nagita yang kini bikin Raffi Ahmad meradang. Ini Penjelasan Polisi Soal Video Syur 61 Detik yang Disebut Mirip Nagita Slavina, Singgung Soal Editan
Video Syur mirip Nagita yang kini bikin Raffi Ahmad meradang. Ini Penjelasan Polisi Soal Video Syur 61 Detik yang Disebut Mirip Nagita Slavina, Singgung Soal Editan (Tribunnews.com)

Sementara itu, Wisnu Wardhana mengatakan hasil penyelidikan dari Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat bersama Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, video tersebut adalah hasil editing.

"Karena hasil koordinasi dengan Subdit Siber Polda Metro Jaya, video itu fake alias palsu, hasil editing," ungkapnya.

"Makanya kita lihat klarifikasi dari pelapor apakah hasilnya nanti. Ini (video) palsu kan hasil koordinasi. Nanti kita akan sampaikan kepada yang bersangkutan kepada pelapor hasilnya seperti ini," tandasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved