Bencana Banjir Mendominasi Terjadi di Babel Tahun 2021, Erzaldi Sebut Tanda Alam Harus Diantisipasi

Selain persiapan personel penanggulangan bencana, tambah Erzaldi, perlu ada antisipasi lainya guna mengetahui tanda-tanda bencana.

Penulis: Riki Pratama | Editor: Novita
Bangkapos.com/Riki Pratama
Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, memimpin apel kesiapsiagaan bencana di halaman kantor BPBD Babel pada Rabu (19/1/2022) kemarin. 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Sepanjang Januari hingga Desember 2021, sebanyak 27 kasus bencana banjir/genangan air dan banjir-rob' title=' banjir rob'> banjir rob terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dengan jumlah KK yang terdampak 1.038 KK dan 2.655 jiwa.

Berdasarkan rekapitulasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Babel, jumlah tersebut merupakan jumlah kasus terbanyak di sepanjang tahun 2021.

Sedangkan jenis bencana lainnya yakni, kebakaran hutan dan lahan (Karthula) berjumlah 18 kasus, longsor 2 kasus, puting beliung/angin kencang 12 kasus.

Bencana pohon tumbang 5 kasus, kebakaran lainnya 18 kasus, orang hilang/tenggelam 12 kasus, tersambar petir 1 kasus, dan kecelakaan laut 13 kasus.

Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, mengatakan, Bangka Belitung merupakan daerah rentan terjadi bencana sehingga harus dapat diwaspadai sedini mungkin.

"Sampai hari ini kondisi alam kita ini belum bersahabat. Terutama daerah ini sebagai daerah kepulauan, tentu ancaman bencana ini sangat rentan, hal seperti ini juga terjadi di beberapa daerah," kata Gubernur Erzaldi kepada wartawan, Kamis (20/1/2022).

Dia menambahkan, bencana yang sering terjadi adalah gelombang tinggi, angin puting beliung, banjir, dan bencana lainnya.

"Saya meminta kepada BPBD Babel dan TRC (Tim Reaksi Cepat) agar selalu siap siaga dalam menghadapi hal tersebut. Karena bencana ini datangnya tidak diduga-duga, sehingga harus siap apabila dibutuhkan," ujarnya.

Selain persiapan personel penanggulangan bencana, tambah Erzaldi, perlu ada antisipasi lainya guna mengetahui tanda-tanda bencana.

"Kita harus dapat meminimalisir tanda alam harus diantisipasi, seperti aktivitas pertambangan, misalnya penyebab banjir, angin kencang, harus banyak menanam pohon, gelombang pasang kita harus menanam pohon bakau," kata mantan Bupati Bangka Tengah ini.

Erzaldi berharap Tim Reaksi Cepat dan relawan bencana lainnya menyiapkan diri dan jangan pernah lelah membantu masyarakat yang menjadi korban bencana.

"Saya berharap kepada tim semua, jangan pernah merasa lelah untuk berbuat sesuatu dan membantu orang lain, karena di balik kelelahan ada suatu kebahagian tidak bisa dinilai dengan apapun itu," tegasnya.

Dampak Kerusakan Lingkungan

Sementara itu, Kepala BPBD Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa, mengemukakan, selama Januari 2022, kejadian yang masih mendominasi, yakni bencana banjir.

Halaman
12
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved