Produksi Lada di Belitung Menurun di Sepanjang 2021, Ini Penyebabnya

Ia memprediksi, sepanjang tahun 2022 ini produksi lada tidak jauh berbeda dibanding tahun 2021 lalu.

Penulis: Disa Aryandi | Editor: Novita
Pos Belitung/Disa Aryandi
Ilustrasi panen lada. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Produksi lada di Kabupaten Belitung mengalami penurunan selama tahun 2021.

Dalam kurun waktu satu tahun tersebut, produksi lada tercatat sebanyak 6.085 ton atau rata-rata 1,39 ton per hektare.

Penurunan produksi lada di antaranya karena karena ada petani yang beralih ke komoditi lain, seperti kelapa sawit dan lahan yang digunakan untuk tambang inkonvensional (TI).

"Ada penurunan dari tahun-tahun kemarin. Data kami rata-rata per hektare itu produksi panen hanya 1,39 ton. Panennya tidak banyak," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belitung, Destika Effenly, kepada Posbelitung.co, Jumat (21/1/2022).

Selain produksi, harga lada per hari ini, Jumat (21/1/2022), Rp82.000 per kilogram.

Harga tersebut mengalami penurunan dari sebelumnya Rp83.000 hingga Rp84.000 per kilogram.

"Tapi tidak begitu signifikan dan penurunan harga itu terjadi biasa, karena harga lada ini setiap hari bisa berubah-ubah. Tetapi pada angka seperti itu," jelasnya.

Saat ini, lanjut Destika, panen lada tetap ada, hanya saja terjadi panen buah penyelang.

"Sekarang tetap ada panen, hanya buah penyelang saja," ucapnya.

Ia memprediksi, sepanjang tahun 2022 ini produksi lada tidak jauh berbeda dibanding tahun 2021 lalu.

Pasalnya, beberapa petani masih beralih kepada ke komoditi lain. Seperti kelapa sawit dan timah.

"Tapi tidak dipungkiri juga karena faktor cuaca. Karena cuaca sangat pengaruh sekali dengan hasil panen ataupun produksi lada," bebernya. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved