Breaking News:

Jokowi Tak Mau Negara Lain Untung Terus, Tiap Tahun Impor LPG Rp80 Trilliun, Segera Alihkan ke DME

Proyek DME harus selesai dalam 30 bulan, Jokowi tak mau Indonesia impor elpiji tiap tahun keluarkan Rp 80 trilliun belum ditambah subsidi Rp7 Trilliun

Editor: Hendra
Tribun Kaltim/Niko Ruru
Ilustrasi elpiji 3 kg subsidi untuk masyarakat Indonesia 

POSBELITUNG.CO -- Presiden Joko Widodo kesal negara lain untuk gara-gara Indonesia hobi impor liquified petroleum gas (elpiji).

Akibat impor ini Indonesia harus mengeluarkan uang yang tak sedikit.

Per tahun impor gas elpiji ini bisa mencapai hingga Rp 80 trilliun.

Parahnya nilai impor ini menurut Jokowi tiap tahun malah semakin meningkat.

Sayangnya pemerintah harus mengeluarkan lagi Rp 6 trilliun hingga Rp 7 trilliun untuk biaya subsidi kepada masyarakat.

Karenanya Jokowi minta kecanduan impor elpiji ini harus segera dihentikan.

Ia tak ingin Indonesia yang rugi, justri negara lain yang untuk besar.

Ia pun mengalihkan elpiji ke penggunaan dimetil eter (DME) yang bersumber dari batu bara. 

"Apakah ini mau kita terus-teruskan? Impor terus? Yang untung negara lain, yang terbuka lapangan pekerjaan juga di negara lain, padahal kita memiliki bahan bakunya, kita memiliki raw material-nya, yaitu batu bara yang diubah menjadi DME," tegas Jokowi dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Selasa (25/1/2022).

Presiden menyebutkan, hilirisasi batu bara menjadi DME ini akan bermanfaat untuk mengurangi impor.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved