Penyelesaian Proyek Kabel Listrik Bawah Laut Tertunda Akibat Faktor Medan, Erzaldi Khawatirkan Ini

Semula, pembangunan kabel bawah laut sepanjang 36 kilometer tersebut ditargetkan selesai pada Januari 2022 ini.

Penulis: Riki Pratama | Editor: Novita
Bangkapos.com/Riki Pratama
Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Penyelesaian pembangunan kabel listrik bawah laut interkoneksi antar Pulau Sumatera ke Bangka tertunda.

Semula, pembangunan kabel bawah laut sepanjang 36 kilometer tersebut ditargetkan selesai pada Januari 2022 ini.

Akan tetapi karena kondisi medan yang berat, menyebabkan penyelesaian proyek yang menelan anggaran hingga Rp1 triliun ini pun tertunda.

Diketahui, dari kabel bawah laut menghasilkan tegangan 150 kilo volt (kV) dan daya mencapai 150 megawatt (MW) interkoneksi antara Pulau Sumatera ke Bangka dari PLN wilayah Palembang.

Tujuannya, untuk menambah pasokan listrik di Bangka agar semakin andal.

Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, menyayangkan pembangunan kabel listrik tertunda yang semula ditargetkan selesai Januari, jadi mundur hingga Maret 2022 ini.

"Listrik kita kan sudah tidak ada lagi surplus, saya sampaikan ke GM PLN, kabel laut gimana. Mundur lagi Maret, saya akan segera berkoordinasi dengan Dirut PLN. Karena listrik tidak ada surplus, orang investasi akan terganggu," kata Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, kepada wartawan di kantor PLN Unit Babel, Rabu (26/1/2022).

Mantan Bupati Bangka Tengah ini, mengatakan, keterlambatan pembangunan kabel bawah laut ini harus menjadi perhatian serius.

"Jadi jangan kita anggap hal biasa, ini kejadian yang luar biasa, menjadi perhatian kita. Tadinya kita sudah senang kabel bawah laut selesai Januari ini. Tetapi saya tanya, ini masih Maret," tambahnya.

Erzaldi mengatakan, penyebab terlambatnya pembangunan kabel bawah laut karena faktor medan yang berat di Pulau Sumatera sehingga memerlukan waktu lebih untuk menyelesaikannya.

"Yang mendapat kesulitan itu di sisi Pulau Sumatera, daerah daratnya berawa sehingga sangat berat sekali. Tetapi saya akan bersurat ke PLN terkait kabel bawah laut Sumatera- Bangka, agar segera dapat dioperasikan," tegasnya.

Dia berharap pembangunan dan pemanfaatan kabel listrik bawah laut ini dapat diselesikan PLN.

"Karena pertumbuhan penggunaan listrik di Bangka Belitung ini sangat tinggi tertinggi. Di 2022 ini banyak rencana investasi yang bakal dilaksanakan di Babel," kata Erzaldi.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung menggelar pertemuan bersama PLN Wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) di ruang rapat Gubernur Bangka Belitung, guna membahas progres kabel bawah laut, pada Senin (8/11/2021) lalu.

Saat itu, Senior Manager Perizinan Pertanahan dan Komunikasi PLN Sumbagsel, Eko Rahmiko, mengatakan, proyek pengerjaan kabel bawah laut hampir selesai, tetapi masih kendala persoalan sosial yang harus dituntaskan.

"Seperti ketersediaan lahan dan ruang bebas. Karena memang yang dibangun ini tegangan tinggi, membutuhkan ruang bebas. Untuk kabel laut 150 kV dari Mentok ke Tanjung Carat sepanjang 36 kilometer sudah tergelar. Karena ini project terpanjang yang pernah dilakukan PLN, sehingga membutuhkan teknologi dan kehati-hatian dalam bekerja," jelas Eko.

Dengan adanya kabel laut ini, kata Eko, ke depan, Pulau Bangka akan dapat memperbaiki sistem kelistrikanya.

Sehingga dapat mengundang investor masuk ke Pulau Bangka dan berdampak pada kemajuan di Provinsi Bangka Belitung.

"Nanti kalau dari sisi tegangan sebesar 150 kilo volt (kV), tetapi daya yang sampai disini 150 megawatt. Pengerjaan secara keseluruhan total telah mencapai 75 persen. Untuk panjang kabel 36 kilometer ini dibiaya PLN lebih kurang di atas Rp1 triliun. Dengan target selesai paling lama di awal semester satu 2022," tegasnya. ( Bangkapos.com/Riki Pratama)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved