Tindaklanjuti Keluhan Assapel, Ketua DPRD Belitung Sarankan Rapat Dengar Pendapat

Usai memimpin rapat paripurna, Ansori menerima kedatangan perwakilan sopir pelabuhan di ruang kerjanya.

Penulis: Dede Suhendar | Editor: Novita
Posbelitung.co/Dede Suhendar
Ketua DPRD Kabupaten Belitung, Ansori, mendengarkan keluhan perwakilan Assapel Belitung di ruang kerjanya, Kamis (27/1/2022). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Ketua DPRD Kabupaten Belitung, Ansori, langsung menindaklanjuti keluhan Asosiasi Sopir Pelabuhan (Assapel) tentang kelangkaan BBM jenis solar industri.

Usai memimpin rapat paripurna, Ansori menerima kedatangan perwakilan sopir pelabuhan di ruang kerjanya.

Dari hasil perbincangan, ia menyarankan agar Assapel bersurat secara resmi kepada DPRD sebagai dasar pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP).

"Terus terang, ini akan kami tindaklanjuti sesuai dengan aspirasi masyarakat, khususnya Assapel. Nanti kami akan jadwalkan mengundang instansi terkait untuk menyelesaikan masalah ini," kata politisi PDI Perjuangan itu kepada Posbelitung.co, Kamis (27/1/2022).

Ia mengatakan, tiga orang perwakilan Assapel menyampaikan keluhan terkait ketidakjelasan antara solar subsidi dengan industri.

Kemudian, peninjauan ulang terhadap ketetapan tarif angkutan barang menyesuaikan dengan harga BBM.

Ditambah masalah keabsahan Assapel selaku asosiasi yang menaungi para sopir pelabuhan.

"Nanti akan kami undang Dinas Perhubungan, Pertamina, Pelabuhan, Bagian Hukum dan lainnya. Nanti akan dijadwalkan melalui Banmus," kata Ansori.

Dia tak menampik masalah BBM dan tarif angkutan secara otomatis akan berdampak terhadap harga barang.

Terlebih, Belitung merupakan daerah kepulauan yang sangat bergantung denga pasokan dari luar pulau.

Oleh sebab itu, lanjutnya, masalah tersebut perlu dikaji agar tidak menimbulkan gejolak di kalangan masyarakat.

Sebelumya, Ketua Assapel Belitung, Suhar Iswandi mewakili rekannya, mengeluhkan masalah kelangkaan solar subisidi.

Menurutnya, kelangkaan tersebut berdampak pada aktivitas sopir pelabuhan dalam melakukan bongkar muat barang.

Sebab jika mereka membeli solar industri, biaya yang dikeluarkan tidak seimbang dengan tarif yang telah ditetapkan pemda. (Posbelitung.co/Dede Suhendar)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved