Begini Respons Bupati Burhanudin Tentang Rencana Eksplorasi PT Timah di Belitung Timur

"Kami dari pemda sedang menyiapkan surat balasan kepada PT Timah tentang surat pemberitahuan eksplorasi tersebut," kata Burhanudin.

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Novita
Posbelitung.co/Bryan Bimantoro
Bupati Belitung Timur, Burhanudin. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Bupati Belitung Timur, Burhanudin, mengonfirmasi bahwa benar kemarin Minggu (30/1/2022) malam ada sejumlah nelayan datang ke rumahnya.

Dia mengaku dalam pertemuan itu, nelayan mengadukan permasalahannya tentang hasil tangkap, termasuk rencana eksplorasi dari PT Timah di kawasan Belitung Timur.

Ditemui di sela sebuah acara, Senin (31/1/2022), Burhanudin menegaskan bahwa dirinya mendukung masyarakat untuk menolak rencana eksplorasi dari PT Timah.

"Kami dari pemda sedang menyiapkan surat balasan kepada PT Timah tentang surat pemberitahuan eksplorasi tersebut," kata Burhanudin.

Mengenai rencana eksploitasi tambang laut, Burhanudin menegaskan, itu kewenangan dari pusat sehingga pemda tidak bisa memutuskan tentang hal tersebut.

Sementara itu, hingga saat ini Posbelitung.co sudah berupaya meminta konfirmasi dari PT Timah, namun belum mendapat balasan.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah perwakilan nelayan dari beberapa kecamatan di Belitung Timur mendatangi kantor DPRD Belitung Timur, (31/1/2022).

Kedatangan mereka diterima langsung Ketua DPRD Fezzi Uktolseja, Wakil Ketua Rohalba, dan sejumlah anggota dewan yang mewakili tiap komisi di Ruang Rapat DPRD Belitung Timur.

Ditemui usai audiensi, perwakilan nelayan dari Kelapa Kampit, Syamsudin, mengatakan, kedatangan mereka berkaitan dengan penolakan terhadap surat dari PT Timah tentang pemberitahuan akan melakukan eksplorasi di wilayah Belitung Timur.

"Kami di sini menolak keras rencana eksplorasi dan penambangan laut dari PT Timah. Karena berkaitan dengan lingkungan yang bisa mengganggu penghidupan nelayan," kata Syamsudin.

Ditambahkannya, dirinya dan kawan-kawan lain sebenarnya punya opsi tambang laut itu boleh dilaksanakan di Belitung Timur.

Mereka menyaratkan agar PT Timah menyiapkan sebuah teknologi di mana penambangan tersebut tidak membuat air laut keruh.

Selain itu, juga tambang laut itu tidak boleh berada di kawasan tangkap nelayan biasanya supaya hasil tangkap mereka tidak terganggu.

"Kalau teknologi itu bisa disiapkan silakan kami tidak masalah jika ada penambangan," kata Syamsudin.

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved