Antisipasi Varian Omicron, RSUD Belitung Timur Buka Kembali Ruang Isolasi Covid-19

Dalam ruang tersebut, tersedia 10 tempat tidur (bed) yang bisa dipakai untuk merawat pasien Covid-19 dengan gejala berat.

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Novita
Posbelitung.co/Bryan Bimantoro
Seorang petugas menunjukkan ruang isolasi Covid-19 di RSUD Belitung Timur saat ruang dalam kondisi steril beberapa waktu lalu. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Secara perlahan, lonjakan kasus Covid-19 sudah mulai terlihat dalam sepekan terakhir di Belitung Timur.

Per Minggu (6/2/2022) kemarin, ada enam orang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

Padahal seminggu sebelumnya kasus masih nihil dan bertahan hampir selama dua bulan.

Mengantisipasi kasus Covid-19 kembali melonjak, RSUD Belitung Timur telah membuka lagi ruang isolasi A untuk Covid-19.

Dalam ruang tersebut, tersedia 10 tempat tidur (bed) yang bisa dipakai untuk merawat pasien Covid-19 dengan gejala berat.

"Selama zero kasus kemarin, ruang isolasi itu untuk penyakit umum yang butuh isolasi, seperti TB paru. Namun jika ada pasien Covid-19 bergejala berat, juga bisa langsung dirawat di sini," kata Direktur RSUD Belitung Timur, dr Vonny Primasari, kepada Posbelitung.co, Senin (7/2/2022).

Mengenai kesiapan alat pelindung diri (APD) hingga tenaga kesehatan, dia menyebut persediaan mencukupi untuk menghadapi varian Omicron, walaupun sebenarnya di Belitung Timur sendiri belum ditemukan varian tersebut.

Vonny mengatakan, sementara ini pihaknya belum mengirimkan sampel kasus yang positif Coivid-19 untuk dicek apakah termasuk varian Omicron atau bukan.

Hal itu disebabkan pihaknya sedang berkoordinasi dengan RS Marsidi Judono dalam pengiriman sampel tersebut.

"Sedang kami usahakan supaya diketahui apakah Omicron atau bukan yang saat ini positif," imbuhnya.

Menurut Vonny, gejala Covid-19 varian Omicron jauh lebih ringan daripada varian delta medio Juni 2021 lalu.

Omicron lebih kepada flu biasa dan tidak sampai menyebabkan sesak napas.

Dari seluruh pasien Covid-19, hingga saat ini baru dua orang yang dirawat di ruang isolasi RSUD Belitung Timur.

Itu pun mereka terdapat penyakit bawaan yaitu DBD.

"Kami nilai varian Omicron efeknya akan sangat berat jika mereka manula, punya penyakit bawaan, hingga belum divaksinasi. Selain dari kelompok itu, gejala hanya ringan sampai sedang sehingga tak perlu dirawat di RS," jelasnya.

Pantau Perkembangan

Sementara itu, Kepala Puskesmas Manggar, dr Faradela, mengatakan, saat ini puskesmas seiring dengan program vaksinasi juga sudah sering menyosialisasikan tentang Covid-19 varian Omicron.

"Kalau ada pasien yang ada gejala, misal flu, akan diswab supaya memastikan bukan Covid-19. Jika gejala lebih berat, protapnya akan dirujuk ke RSUD. Untuk tracking, tracing, dan treatment, tetap akan dilaksanakan sesuai SOP. Lalu untuk koordinasi dengan lintas sektor, sedang dikomunikasikan dengan Dinkes dan pihak-pihak terkait sembari menunggu perkembangan selanjutnya," kata Faradela.

Selian itu, jika ada pasien yang bergejala ringan dan sedang dan diisolasi mandiri di rumah, pihaknya bakal mengontrol dan memantau perkembangannya lewat program Yuk Gi Nyelik Pasien.

Dia mengimbau masyarakat agar terus menerapkan protokol kesehatan dan segera vaksinasi Covid-19 supaya efek sakitnya bisa sangat minimal. (Posbelitung.co/Bryan Bimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved