Jemaah Umrah Perdana saat Pandemi dari Belitung Sudah di Tanah Suci
Sebelum berangkat ke tanah suci, selama di Jakarta rombongan jemaah umrah langsung melaksanakan swab PCR serta bermalam di hotel karantina.
Penulis: Adelina Nurmalitasari |
POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Rombongan jemaah umrah asal Belitung yang berangkat perdana sejak pandemi Covid-19 kini sudah berada di tanah suci.
Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung Suyanto mengatakan jemaah yang berangkat dari biro perjalanan Karsa Pelita Wisata tersebut sebanyak 56 orang. Terdiri dari 18 laki-laki dan 38 perempuan.
Sebelum berangkat ke tanah suci, selama di Jakarta rombongan jemaah umrah langsung melaksanakan swab PCR serta bermalam di hotel karantina.
Setelah dipastikan semua jemaah dalam kondisi negatif Covid-19, barulah mereka berangkat ke Arab Saudi.
"Mereka berangkat 8 Februari dari Belitung ke Jakarta. Sehari kemudian, 9 Februari pukul 20.45, mereka sudah tiba di Madinah," katanya," katanya, Senin (14/2/2022).
Saat tiba di Madinah, jemaah umrah diharuskan menjalani karantina di hotel selama 3-5 hari. Saat negatif, barulah mereka diperbolehkan menunaikan ibadah umrah.
Yanto mengatakan, rombongan tersebut memang menjadi yang pertama melaksanakan umrah pada tahun ini.
Jemaah tersebut sebelumnya sempat direncanakan berangkat pada 2020, namun terus ditunda karena kondisi pandemi serta menunggu regulasi dari Arab Saudi.
Selain itu, beberapa rombongan jemaah umrah dari biro perjalanan Belitung juga dijadwalkan ke tanah suci tahun ini.
Yakni pada Agustus dari biro perjalanan Karsa Pelita Wisata dan Desember yang dibawa Alminareka Perdana.
Keberangkatan umrah selama pandemi ini mengalami sejumlah perbedaan dibandingkan saat normal.
Yanto menyebut, di antaranya jemaah harus menjalani karantina, baik sebelum berangkat maupun saat tiba di tanah air. Selain itu juga diharuskan pemeriksaan swab PCR.
"Kemudian guide leader juga harus bisa menggunakan aplikasi Tawakkalna, untuk melaksanakan ibadah di sana, berapa jemaah, nanti masuknya harus scan bercode," jelas dia.
Selain itu, dari segi biaya juga terjadi perubahan yang disesuaikan biro perjalanan untuk jemaah karantina saat tiba, bisa di hotel atau pun wisma atlet.
Jika setelah karantina lima hari jemaah dinyatakan negatif Covid-19, maka bisa segera kembali. Namun jika positif harus isolasi di wisma atlet.
"Ini harus diantisipasi birokrator sampai kepulangan. Kalau bisa tiketnya ada komitmen dengan maskapai agar bisa berubah, karena ada kemungkinan kejadian tidak terduga. Kemudian tempat isolasi jika jemaah positif juga harus diantisipasi. Tapi kami berharap, mereka pulang sehat, negatif, dan bisa pulang," ucap tutur dia.
(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20220214-suyanto.jpg)