Berita Belitung

Agustini Geram Pohon Sawit Ayahnya di Desa Dukong Nyaris Tumbang Dihantam TI Suntik

Agustini warga Desa Dukong, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung geram melihat aktivitas tambang inkonvensional (TI) timah suntik

Penulis: Dede Suhendar | Editor: nurhayati
Posbelitung.co/Dede Suhendar
Aparatur Desa Dukong didampingi Bhabinsa, Bhabinkamtibmas dan perwakilan Polsek Tanjungpandan mengecek kebun warga, Senin (21/2/2022). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Agustini warga Desa Dukong, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung geram melihat aktivitas tambang inkonvensional (TI) timah suntik diduga ilegal beroperasi di sebelah kebun orang tuanya.

Pasalnya akibat aktivitas TI suntuk tersebut, satu pohon sawit milik Seman,  ayahnya nyaris roboh tiga hari lalu.

Padahal, tanaman sawit itu sudah ditanam beberapa tahun lalu hingga berbuah.

"Jadi kami pihak keluarga tidak terima dan tetap akan memperpanjang kasus ini," ungkap Agustini saat ditemui Posbelitung.co, Senin (21/2/2022).

Ia menceritakan aktifitas tambang jenis suntik itu beroperasi sekitar dua minggu lalu tepat di kolong sebelah kebun ayahnya.

Awalnya, rombongan penambang timah tersebut tidak mengganggu area kebun sawit ayahnya.

Namun lewat dua minggu, aktivitas tambang kian menyerempet kebun ayahnya hingga membuat satu pohon sawit nyaris roboh.

"Robohnya sekitar tiga hari lalu. Jadi semenjak dua minggu penambang di sini, awal minggu ketiga mulai mepet ke sini," ungkapnya.

Keluarga Agustini sebenarnya sudah berupaya mencegah para penambang agar tidak masuk ke area kebun.

Mereka sempat memasang tali pembatas di kolong hingga membuat pagar kayu di pintu masuk.

Tetapi karena penambang bekerja malam hari, mereka kesulitan mengawasi.

"Dia malam kerjanya dari jam 12 malam ke atas, kami kan tidak mungkin mantau di sini 1x24 jam," katanya.

Agustini berharap ke depannya tidak ada lagi aktivitas TI suntik di sekitar area kebun ayahnya dan pihak keluarga meminta ganti rugi atas kerusakan satu pohon sawit.

Undang Mediasi Kedua Pihak

Sekretaris Desa Dukong Imam bersama aparatur desa lainnya didampingi perwakilan Polsek Tanjungpandan, Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas sempat mengecek ke lokasi atas keluhan warga.

Namun, rencana mediasi di lapangan ditunda karena perwakilan dari rombongan penambang tidak datang.

Oleh sebab itu, pihak desa memutuskan mengadakan mediasi antar kedua belah pihak pada siang hari.

"Siang ini sekitar pukul 14.00.WIB, kami undang mereka mediasi di kantor desa," kata Imam.

(Posbelitung.co/Dede Suhendar)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved