Berita Pangkalpinang

Kunjungan Wisatawan Turun Dampak Pandemi, Molen Janji Tingkatkan Sektor Pariwisata

Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil berjanji meningkatkan kunjungan wisatawan melalui pengembangan teknik dan media komunikasi pemasaran.

Penulis: Cepi Marlianto |
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Anggota DPRD Kota Pangkalpinang saat tengah fokus mendengarkan pidato dari Wali Kota Pangkalpinang saat rapat Paripurna di gedung DPRD Pangkalpinang, Senin (21/2/2022). 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Angka kunjungan wisatawan ke Pangkalpinang menurun akibat pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil berjanji meningkatkan kunjungan wisatawan melalui pengembangan teknik dan media komunikasi pemasaran yang efektif.

Hal ini disampaikan Maulan untuk menjawab pandangan fraksi Partai Demokrat dan Golkar dalam paripurna Raperda Penyelenggaraan Kepariwisataan, di Gedung DPRD Pangkalpinang, Senin (21/2/2022).

"Strategi promosi baik dari eksternal dan internal kita, sumber daya manusia (SDM) juga harus dipersiapkan untuk memperkenalkan Pangkalpinang," kata dia.

Molen panggilan akrab Maulan menyebut, penyebab turunnya kunjungan wisatawan yang datang ke Pangkapinang karena pandemi Covid-19.

Di sisi lain pencitraan pariwisata, strategi komunikasi pemasaran yang belum terpadu dan terfokus serta sinergi kemitraan pemasaran yang masih belum optimal turut memperparah kondisi saat ini.

Oleh karena itu pihaknya telah menyiapkan beberapa strategi khusus untuk menangani permasalahan ini, yakni dengan membangun citra pariwisata kota sebagai destinasi pariwisata perkotaan berbasis sejarah Bangka Belitung seperti pertambangan timah, pusat pemerintahan, perjuangan kemerdekaan dan budaya melayu.

"Kita genjot, ini cepat mati memang karena Covid-19 dua tahun ini jadi bukan hanya di Pangkalpinang saja tetapi hampir di semua daerah mengalami hal yang sama. Mudah-mudahan setelah Covid-19 pariwisata mulai naik dengan sarana dan prasarana pendukungnya dipersiapkan," jelas Molen.

Lanjut dia, pihaknya juga berencana meningkatkan kerja sama promosi antar daerah dalam membangun tema jalur wisata regional dan nasional.

Mengembangkan kemitraan dengan pelaku usaha perjalanan dan usaha transportasi seperti maskapai penerbangan, moda angkutan darat, moda angkutan air, moda angkutan laut dalam mempromosikan daya tarik wisata kota.

Menetapkan dan menegakkan regulasi tentang kerukunan umat beragama dan berbudaya dalam menciptakan pariwisata yang aman dan nyaman, dan merumuskan program serta kegiatan tata kelola pariwisata kota yang terintegrasi antar sektor dan antar stakeholder.

"Profil investasi pariwisata kota sesuai dengan potensi sejarah pertambangan timah dan nilai budaya melayu, merumuskan dan menetapkan regulasi investasi pariwisata yang berpihak pada masyarakat," sebutnya.

Molen optimis dengan cara pengelolaan yang baik dan tepat akan menjadi potensi yang dapat meningkatkan pendapatan daerah (PAD).

Maka dari itu diperlukan peran pemerintah untuk pengembangan pariwisata yang terencana secara menyeluruh sehingga dapat diperoleh manfaat yang optimal bagi masyarakat, baik dalam segi ekonomi, sosial dan budaya.

Dipengaruhi oleh peran pemangku kepentingan lain seperti pengusaha, komunitas, media dan akademisi. Model pentahelix ini berupaya mendorong sektor pariwisata dan sistem kepariwisataan.

"Kita genjot untuk penerimaan yang besar terhadap pariwisata karena ini menjadi ujung tombak," kata Molen.

(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved