Berita Belitung

Tanjungpandan Deflasi 2,08 Persen di Februari 2022, Tertinggi dari 53 Kota IHK, Migor Ikut Andil

Sementara  beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain bawang merah, beras, rokok kretek, daging ayam ras, dan air kemasan.

Editor: Novita
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Ilustrasi minyak goreng. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Belitung mencatat, pada  Februari 2022 Kota Tanjungpandan, mengalami deflasi sebesar 2,08 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 109,20.

Rilis dari BPS Kabupaten Belitung yang diterima Posbelitung.co, Selasa (1/2/2022), menyebut, deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya sebagian indeks kelompok pengeluaran.

Yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 5,82 persen serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,04 persen.

Sementara, kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi yakni kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,03 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,69 persen; kelompok transportasi sebesar 0,44 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,10 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,21 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,69 persen; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,04 persen. Kelompok kesehatan serta kelompok pendidikan tidak mengalami perubahan. 

Adapun tingkat deflasi tahun kalender Februari 2022 sebesar 1,55 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Februari 2022 terhadap Februari 2021) sebesar 1,07 persen.

Dari 90 kota IHK, 37 kota mengalami inflasi dan 53 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kupang sebesar 0,65 persen dengan IHK sebesar 107,17 dan terendah terjadi di Tanjung Selor sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar 106,29.

Sementara itu, deflasi tertinggi terjadi di Tanjungpandan sebesar 2,08 persen dengan IHK sebesar 109,20 dan terendah terjadi di Palembang, Palangka Raya, dan Tarakan sebesar 0,01 persen dengan IHK masing-masing sebesar 107,54, 108,50, dan 108,41.

Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga di Tanjungpandan pada Februari 2022 antara lain, ikan kerisi, ikan selar, minyak goreng, ikan ekor kuning, ikan tongkol, ikan kembung, cabai rawit, cumi-cumi, ikan bulat, dan telur ayam ras.

Sementara  beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain bawang merah, beras, rokok kretek, daging ayam ras, dan air kemasan.

 Pada Februari 2022, dari 11 kelompok pengeluaran, 7 kelompok memberikan andil/sumbangan inflasi, 2 kelompok memberikan andil/sumbangan deflasi, dan 2 kelompok tidak memberikan andil/sumbangan deflasi maupun inflasi. Kelompok pengeluaran yang memberikan andil/ sumbangan terhadap deflasi yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,2458 persen serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,0068 persen.

 Sementara  kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,0017 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,0329 persen; kelompok transportasi sebesar 0,0478 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,0047 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,0235 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,0551 persen; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,0021 persen. Kelompok kesehatan serta kelompok pendidikan tidak memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi maupun deflasi. 1.1.

Pada Kelompok energi pada Februari 2022 mengalami deflasi sebesar 0,21 dengan IHK sebesar 103,12. Sementara itu, komponen bahan makanan pada Februari 2022 mengalami deflasi sebesar 7,86 persen dengan IHK 110,02. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved