Virus Corona di Bangka Belitung

Bayi Perempuan di Belitung Meninggal karena Covid, Curigai Jika Ada Gejala Berikut pada Balita

Kasus bayi meninggal dunia akibat positif Covid-19 kembali terjadi di Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung, pada Rabu (2/3/2022)

Penulis: Khamelia CC | Editor: Khamelia
IST/dok BPBD Belitung
Bayi ALF yang meninggal dengna status positif Covid-19 dimakamkan oleh petugas di tempat pemakaman umum, Kamis (15/7/2021). 

Meninggal konfirmasi Covid-19
1. Pangkalpinang: 2
2. Bangka: 0
3. Bateng : 0
4. Babar : 0
5. Basel : 0
6. Belitung : 3
7. Beltim :0
Jumlah :5
Sumber: Satgas Covid-19 Babel.

Kenali Virus Corona pada Bayi

Hingga saat ini pandemi virus corona masih menjadi momok mengerikan di sebagian besar negara di dunia, termasuk Indonesia. Baru-baru ini ditemukan bayi perempuan berusia enam bulan yang positif mengidap virus corona di Jayapura, Papua, Indonesia. Bayi tersebut merupakan anak seorang perawat yang juga positif terinfeksi COVID-19. Mengenai virus corona pada bayi, apa saja hal-hal yang perlu ibu ketahui?

Ini yang Harus Ibu Ketahui Tentang Virus Corona pada Bayi

Dilansir dari halodoc.com, pada umumnya, gejala seseorang yang terinfeksi COVID-19 pada bayi atau orang dewasa sedikit banyak hampir sama. Gejala anak dengan virus corona ditandai dengan gejala sistemik dan saluran napas. Saat gejala sistemik muncul, bayi akan terus-menerus menangis atau bahkan diam saja karena merasa tidak enak badan, rasa nyeri, demam, serta menurunnya kemauan untuk menyusu.

Sedangkan saat gejala pada saluran napas muncul, Si Kecil akan mengalami batuk atau pilek, yang ditandai dengan intensitas ringan hingga parah. Jika gejala parah dibiarkan begitu saja, kondisi tersebut akan berakibat fatal bagi bayi. Ibu perlu mengetahui beberapa hal berikut saat mencurigai adanya virus corona pada bayi:

  • Si Kecil menunjukkan gejala kesulitan bernapas.
  • Si Kecil mengalami batuk yang terus-menerus disertai dengan napas yang pendek.
  • Si Kecil mengalami penurunan jumlah urine karena terus-menerus menolak untuk menyusu.
  • Si Kecil akan rewel dan menangis terus-menerus, serta sulit untuk ditenangkan.
  • Si Kecil mengalami demam tinggi yang tidak mereda meskipun telah mengonsumsi obat penurun demam.
  • Si Kecil terlihat gusar dan tidur tidak tenang karena rasa nyeri di sekujur tubuhnya.

Gejala infeksi virus corona pada bayi dan orang dewasa umumnya akan serupa. Namun, virus corona pada bayi akan menunjukkan gejala yang lebih ringan. Saat ibu mencurigai adanya gejala, ibu dapat langsung bergegas menuju rumah sakit terdekat untuk memastikan jika kondisi Si Kecil bukan disebabkan oleh infeksi COVID-19.

Virus corona pada bayi memang jarang sekali terjadi. Meski begitu, orangtua wajib waspada, serta mampu menentukan langkah tepat yang harus dijalani. Pasalnya, saat virus corona pada bayi telah diidentifikasi, kehilangan nyawa merupakan komplikasi paling parah yang bisa saja terjadi.

Adalah Langkah Mencegah Infeksi COVID-19 pada Bayi?

Meski hingga saat ini belum ditemukan vaksin COVID-19 untuk mencegah virus, ibu dapat melakukan sejumlah langkah berikut:

Jika Si Kecil masih mengonsumsi ASI, berikan secara rutin dalam jumlah yang banyak. ASI sendiri mengandung nutrisi yang baik dalam membangun sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh akan terlindungi dari berbagai penyakit dan infeksi.

Tetap di rumah saja. Upaya ini dilakukan guna menjauhkan Si Kecil dari orang-orang sakit, atau orang-orang yang terlihat sehat, tapi tidak baik-baik saja.

Biasakan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir sebelum menyentuh Si Kecil.

Praktikkan etika batuk dan bersin yang baik dengan menutup mulut dan hidung. Jika tidak dilakukan dengan tisu, segera cuci tangan.

Halaman
1234
Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved