Berita Belitung

Elpiji Nonsubsidi Tembus Rp210 Ribu Per Tabung, Ini Rincian Realisasi Konsumsi Elpiji di Belitung

Agar tidak ada kenaikan lebih tinggi di eceran, kata dia, dalam waktu dekat Pemkab Belitung akan membentuk tim pengawasan dan evaluasi.

Penulis: Disa Aryandi | Editor: Novita
IST/Dokumentasi Pribadi Syamsudin
Kepala Bagian Ekonomi Setda Kabupaten Belitung, Syamsudin 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Harga elpiji nonsubsidi ukuran 12 kilogram (kg) mengalami kenaikan dari Rp180 ribu per tabung menjadi Rp210 per tabung.

Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Belitung, Syamsudin, mengatakan, kenaikan harga elpiji nonsubsidi sudah terjadi sejak sepekan lalu.

Kenaikan harga ini merupakan kebijakan dari PT Pertamina (Persero) dan sudah diterapkan di Belitung.

"Itu merupakan kebijakan dari Pertamina. Sudah berlaku di Belitung. Kami di daerah sama sekali tidak memiliki kewenangan," kata Syamsudin, Sabtu (5/3/2022).

Tidak diketahui pasti apa penyebab harga elpiji nonsubsidi mengalami kenaikan. Akan tetapi informasi yang didapat oleh Syamsudin, ada penyesuaian harga produk elpiji non subsidi.

"Tapi untuk di setiap daerah harganya berbeda-beda. Kalau untuk Belitung ditetapkan segitu (Rp210 ribu pert abung ukuran 12 kilogram)," ujarnya.

Agar tidak ada kenaikan lebih tinggi di eceran, kata dia, dalam waktu dekat Pemkab Belitung akan membentuk tim pengawasan dan evaluasi.

"Tim itu untuk memberikan pengawasan terhadap perindustrian gas elpiji non subsidi di daerah. Sehingga tidak ada lagi kenaikan yang signifikan dari harga yang sudah ditetapkan," jelasnya.

Termasuk, lanjut dia, tim ini akan memantau langsung ke sejumlah SPBE elpiji non subsidi.

"Apalagi ini menjelang Bulan Ramadan, biasanya permintaan pasar meningkat. Termasuk yang ukuran 5 kilogram juga mengalami kenaikan, terkecuali yang subdisi tidak mengalami kenaikan," jelas Syamsudin.

Sedangkan mengenai pasokan elpiji subsidi atau gas elpiji 3 kg dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Beberapa waktu lalu, kami sudah melakukan monitor dan evaluasi gas elpiji ukuran tiga kilogram di sejumlah agen, dan pangkalan," bebernya.

Sementara untuk harga eceran elpijidi seputar Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, khusus tabung 12 kg Rp220.000,hingga Rp225.000 per tabung, elpiji 5 kg Rp 100.000 per tabung dan elpiji subsidi 3 kg Rp18.000 per tabung.

Sementara, Pjs Area Manager Communication Relation & CSR Pertamina Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), Hariz Hanjanza, mengatakan, rerata realisasi konsumsi elpiji setiap bulan di Pulau Belitung berbeda untuk setiap ukuran.

Misalkan seperti Public Service Obligation (PSO) 3 kilogram atau gas subsidi dalam kurun waktu satu bulan realisasi konsumsi rata-rata 514 Metrik Ton (MT).

Namun untuk PSO non subsidi sekitar 140 MT setiap bulan. Sedangkan untuk penyaluran elpiji hingga sekarang masih kategori aman.

" Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel memastikan komitmennya untuk mendistribusi elpji subsidi 3 Kg, sesuai dengan kuota yang sudah ditetapkan pemerintah melalui BPH Migas," jelasnya.

Ia mengimbau, agar masyarakat membeli elpiji sesuai peruntukan dan kebutuhan.

"Jika ada masukan dan saran terkait distribusi elpiji ke Pulau Belitung, warga bisa menghubungi kami di Call Center Pertamina di 135," imbuhnya (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved