Breaking News:

Peniadaan Syarat Tes Antigen dan PCR Dinilai Berdampak Baik bagi Babel, Cek Kapan Aturan Berlaku

Dengan penghapusan syarat tes antigen atau PCR untuk penerbangan, Ari meyakini akan membuat pertumbuhan ekonomi masing-masing daerah semakin baik.

Penulis: Novita CC | Editor: Novita
(TRIBUNNEWS/THERESIA FELISIANI)
Ilustrasi Tes polymerase chain reaction atau PCR di stasiun KRL dan sejumlah titik check point di perbatasan. 

POSBELITUNG.CO - Pemerintah menghapus syarat tes Covid-19 baik PCR maupun swab antigen bagi pelaku perjalanan domestik.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, pada Senin (7/3/2022).

"Pelaku perjalanan domestik dengan transportasi udara, laut, maupun darat yang sudah melakukan vaksinasi dosis kedua dan lengkap sudah tidak perlu menunjukkan bukti tes antigen maupun PCR negatif. Hal ini ditetapkan dalam surat edaran yang akan diterbitkan oleh kementerian dan lembaga terkait, yang akan terbit dalam waktu dekat ini," kata Luhut dalam keterangan pers usai mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) mengenai Evaluasi Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dipimpin Presiden RI Joko Widodo (Joko Widodo) melalui konferensi video, Senin (7/3/2022) siang, sebagaimana dilansir Tribunnews.com.

Menanggapi hal tersebut, Dosen Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung (UBB) yang juga penerima Associate Wealth Manager, Ari Agung Nugroho, mengatakan, maskapai penerbangan nasional diprediksi bakal menyesuaikan kapasitas dan frekuensi jaringan di rute domestiknya secara bertahap, apabila syarat perjalanan tes PCR atau antigen dihapuskan.

Dia menilai, kebijakan baru ini dapat menjadi angin segar bagi para pelaku perjalanan. khususnya transportasi dan mendorong aktivitas pertumbuhan ekonomi di sektor transportasi.

Dengan penghapusan syarat tes antigen atau PCR untuk penerbangan, Ari meyakini akan membuat pertumbuhan ekonomi masing-masing daerah semakin baik ke depan.

"Perekonomian kita pastinya ke depan akan kembali tumbuh positif, pariwisata Babel sudah saatnya bangkit. Tentunya bidang usaha maskapai yang selama ini diwajibkan dengan syarat itu sekarang waktunya mereka juga bangkit. Mengingat hingga kini masih banyak maskapai yang babak belur akibat dilanda pandemi selama dua tahun belakangan," jelas Ari kepada Bangkapos.com, Selasa (8/3/2022).

Apalagi Bangka Belitung termasuk kawasan ekonomi khusus, mestinya akan membawa dampak yang sangat positif kembali tumbuh.

"Diharapkan ya pariwisata kita di Bangka Belitung akan kembali banyak pengunjung, karena terbukti selama ini orang itu malas berpergian karena memikirkan mau antigen atau PCR lagi. Jadi sudah pasti ini akan berdampak sekali terhadap pertumbuhan ekonomi kita, angin segar untuk pariwisata di Babel," tuturnya.

Dengan demikian, menurutnya, sektor lain dapat juga kembali terdorong untuk menambah pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh.

Halaman
123
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved