Perang Rusia dan Ukraina

Rusia Keluarkan Daftar Negara Bukan Sahabatnya, Amerika Serikat Nomor 1, Singapura pun Jadi Incaran

Balas sanksi negara eropa, Presiden Rusia keluarkan daftar negara bukan sahabatnya hingga perusahaan warganya bakal jadi korban

Editor: Hendra
AFP/Alexey NIKOLSKY / Sputnik
Presiden Rusia Vladimir Putin 

POSBELITUNG.CO, MOSKWA, – Buntut invasi Rusia ke Ukraina sejumlah negara di dunia menjatuhkan sanksi.

Rupanya sanksi yang dijatuhkan itu tak membuat Rusia gentar.

Presiden Rusia bahkan balik melakukan perlawanan.

Baru-baru ini Pemerintah Federasi Rusia merilis daftar negara bagian dan teritori asing yang melakukan tindakan tidak bersahabat terhadap Rusia, perusahaannya, dan warganya, Senin (7/3/2022).

Baca juga: Pakistan Tak Mau jadi Budak, Tolak Ajakan Kecam Rusia, Sebut NATO dan Barat Tak Tahu Berterima Kasih

Dikutip dari Kantor Berita Rusia TASS, negara dan wilayah yang masuk dalam daftar ini telah memberlakukan atau bergabung dengan sanksi terhadap Rusia setelah dimulainya operasi militer khusus Angkatan Bersenjata Rusia di Ukraina.

Negara yang masuk daftar ini diketahui bukan hanya dari Benua Amerika dan Eropa, tapi juga Benua Asia.

Daftar tersebut mencakup:

  1. Amerika Serikat (AS)
  2. Kanada
  3. Negara-negara Uni Eropa
  4. Inggris (termasuk Jersey, Anguilla, Kepulauan Virgin Britania Raya, Gibraltar)
  5. Ukraina
  6. Montenegro
  7. Swiss
  8. Albania
  9. Andorra
  10. Islandia
  11. Liechtenstein
  12. Monako
  13. Norwegia
  14. San Marino
  15. Makedonia Utara
  16. Jepang
  17. Korea Selatan
  18. Australia
  19. Mikronesia
  20. Selandia Baru
  21. Singapura
  22. Taiwan (dianggap sebagai wilayah China, tetapi diperintah oleh pemerintahannya sendiri sejak 1949)

Pemerintah Rusia mencatat bahwa menurut keputusan ini, warga negara dan perusahaan Rusia, negara itu sendiri, wilayah, dan kotamadya yang memiliki kewajiban valuta asing kepada kreditur asing dari daftar negara yang tidak bersahabat, akan dapat membayarnya dalam rubel mata uang Rusia.

Baca juga: Pengiriman Roket Disetop, Rusia Suruh Amerika jadi Nenek Sihir, Ke Luar Angkasa Pakai Sapu Lidi

Prosedur sementara yang baru berlaku, yaitu untuk pembayaran yang melebihi 10 juta rubel per bulan atau jumlah yang sama dalam mata uang asing.

Sanksi Rusia

Seperti diketahui, sejak memulai invasi ke Ukraina, Rusia terus mendapatkan sanksi baru dari berbagai negara lain yang mengecam tindakan tersebut.

Sanksi bahkan ada yang langsung menyasar politisi, pejabat, dan oligarki di Rusia.

Misalnya saja, aset asing Presiden Vladimir Putin di UE, AS, Inggris, Swiss, Jepang, dan Kanada akan dibekukan, meskipun dirinya masih diizinkan untuk melakukan perjalanan ke yurisdiksi tersebut.

Dikutip dari Reuters, alasan pembekuan aset, menurut teks hukum UE yang diterbitkan pada Jumat (25/2/2022), adalah pengakuannya atas kemerdekaan Donetsk dan Luhansk, memerintahkan angkatan bersenjata Rusia ke daerah-daerah itu dan untuk invasi skala penuh ke Ukraina.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved