Perang Rusia dan Ukraina

Vladimir Putin Marah Singapura Berkhianat, Kini jadi Musuh Rusia Gegara Ikut Amerika Jatuhkan Sangsi

Rusia masukkan Singapura jadi daftar musuhnya, persahabatannya retak gara-gara ikuti Amerika yang ikut berikan sangsi ekonomi

Editor: Hendra
(AP PHOTO/SERGEY GUNEEV)
Presiden Rusia Vladimir Putin memberi isyarat saat dia berbicara selama konferensi pers bersama dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz setelah pembicaraan mereka di Kremlin di Moskow, Rusia, Selasa, 15 Februari 2022. 

POSBELITUNG.CO, SINGAPURA,  –  Singapura beraninya mengikuti jejak Amerika Serikat dan negara barat menjatuhkan sanksi ekonomi ke Rusia.

Padahal Negeri Beruang Merah itu menjadi sahabat negeri Singa.

Tindakan Singapura ini membuat pemerintahan Rusia benar-benar marah.

Bahkan Rusia telah menetapkan Singapura satu-satunya negara di Asia Tenggara yang masuk ke dalam daftar hitam atau menjadi musuhnya.

Baca juga: Rusia Keluarkan Daftar Negara Bukan Sahabatnya, Amerika Serikat Nomor 1, Singapura pun Jadi Incaran

Kemarahan pemerintah Rusia disampaikan langsung oleh Duta Besar Rusia untuk Singapura Nikolay Kudashev dalam wawancaranya dengan South China Morning Post yang dipublikasikan pada Jumat (11/3/2022).

“Sanksi ini adalah sebuah kesalahan, jelas-jelas bertentangan dengan semangat hubungan bilateral antara Singapura dan Rusia dan juga hubungan kerja sama regional,” kritik Kudashev.

Dubes berusia 64 tahun itu secara khusus menyoroti bahwa Singapura adalah satu-satunya negara di Asia Tenggara yang menjatuhkan sanksi ke Rusia.

Kudashev menyesalkan sanksi Rusia ini, karena menurutnya hubungan bilateral kedua negara seharusnya berfokus pada isu-isu yang berhubungan dengan kawasan Asia Tenggara.

Dia menambahkan, invasi Rusia ke Ukraina jelas tidak ada kaitannya dengan Asia Tenggara.

Baca juga: Rusia Tak Mau Main-Main Lagi, Kerahkan Jet Tempur Canggih Dilengkapi Rudal, Ukraina dalam Bahaya

Kudashev lalu melanjutkan, hubungan kedua negara tidak sama lagi seperti sebelumnya.

Kerja sama ekonomi Rusia dan Singapura hanya dapat dilanjutkan jika mendapat persetujuan khusus dari Pemerintah Rusia pimpinan Vladimir Putin.

Sanksi untuk Rusia dari Singapura

Singapura pada Sabtu (5/3/2022) mengumumkan sanksi terhadap empat bank Rusia dan Pemerintah Rusia.

Kementerian Luar Negeri Singapura menyatakan, semua lembaga keuangan di Singapura mulai dari pemberi pinjaman, perusahaan asuransi, hingga bursa efek dan penyedia layanan pembayaran, dilarang melakukan transaksi atau menjalin hubungan bisnis dengan VTB Bank, Vnesheconombank (VEB), Promsvyazbank, dan Bank Rossiya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved