Wawancara Khusus

Bincang Bersama dr Hotma Banjarnahor SpB FINACS, Bedah Laparoskopi Minimalkan Bekas Luka Pasien

Keunggulan metode ini yakni meminimalisir bekas bedah sehingga waktu perawatan pasien menjadi lebih singkat.

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Novita
IST/Dokumentasi Posbelitung.co
Dokter spesialis bedah RSUD Belitung Timur dr Hotma Banjarnahor SpB FINACS bersama host Pos Belitung Lisa Lestari pada program Konter atau Konsultasi Dokter edisi Kamis (17/3/2022). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Perkembangan ilmu kedokteran sangat berkembang termasuk dalam dunia pembedahan yang teknologinya semakin maju.

Satu di antaranya melalui prosedur bedah minimal invasif atau pembedahan dengan sayatan sedikit mungkin, tapi tindakan operasi berlangsung sama seperti operasi biasa.

Pembedahan laparoskopi ini berkembang sekitar tahun 1990-an, tapi saat ini setiap daerah telah melakukan prosedur ini, bukan hanya oleh dokter beda, tapi juga dokter lain yang melakukan bedah.

Keunggulan metode ini yakni meminimalisir bekas bedah sehingga waktu perawatan pasien menjadi lebih singkat.

Lebih lanjut mengenai metode bedah ini, Posbelitung.co telah merangkum perbincangan dengan dokter spesialis bedah RSUD Belitung Timur dr Hotma Banjarnahor SpB FINACS pada program Konter atau Konsultasi Dokter, Kamis (17/3/2022).

Berikut kutipan wawancaranya:

T: Bagaimana prosedur bedah laparoskopi ini? Dan apa saja masalah kesehatan yang bisa terbantu dengan adanya laparoskopi ini?

J: Prosedur ini mirip prosedur pembedahan biasa. Bedanya memakai alat-alat khusus dan untuk memudahkan penglihatan, juga memasukkan gas CO ke perut pasien. Gas CO ini bisa reabsorpsi tubuh, lebih memudahkan, dan untuk terjadi keracunan kecil sekali. Kemudian prosedurnya setelah ditemukan, kita memasukkan alat minimal tiga alat berupa trokar, termasuk skop yang ada kameranya. Skop kamera ini seakan-akan mata kita yang masuk ke perut pasien walau dengan luka yang kecil, bisa lebih teliti dan jelas karena kamera terhubung dengan layar monitor sehingga pembuluh darah kecil yang pada operasi biasa tidak terlihat baik, dengan itu bisa terlihat baik.

Jadi kalau bedah minimal invasif dengan laparoskopi ini banyak yang sudah bisa dikerjakan. Yang sering kita lakukan pengangkatan batu empedu, operasi usus buntu, perlengkapan usus, dan kebocoran usus juga bisa lakukan tindakan dengan laparoskopi. Kalau kanker itu seperti tumor bisa lakukan dengan laparoskopi.

Pengalaman saya saat belajar di Vietnam, malah lukanya hanya 10 sentimeter, tumor bisa dikeluarkan dan ususnya bisa disambung lagi. Tidak perlu sayatan panjang, bisa kecil sekali bahkan kadang lukanya tidak terlihat.

Kalau untuk pembedahan ini sudah kewajiban para dokter terutama dokter bedahnya untuk menjelaskan apa yang akan dilakukan, walau bukan secara detail tapi menjelaskan secara awam. Dengan demikian pasien dan keluarga pasien mengerti tindakan yang akan dilakukan sehingga mengetahui kemungkinan yang akan terjadi dan komplikasi apa yang bisa terjadi. Sehingga nanti keluarga pasien dan pasien sudah mengerti, dan nanti ada lembar persetujuan. Kalau tidak ditandatangani kami tidak akan melakukan itu.

T: Apakah prosedur bedah laparoskopi ini aman dijalani? Dan adakah efek samping terhadap pasien setelah melakukan prosedur ini?

J: Kalau dibilang aman sebetulnya semua pembedahan tujuannya untuk memperbaiki kondisi pasien yang tadinya tidak baik menjadi baik. Tetapi apakah ada garansi? Kita di dunia kedokteran tidak pernah memberikan garansi karena pasti komplikasi bisa saja terjadi. Contohnya kita mau ke Jakarta naik pesawat, di bawah sudah diperiksa pesawat bagus, di atas kita pasrah, tidak ada yang bisa menggaransi sampai Jakarta dengan selamat. Begitu juga pada prosedur operasi.

Prosedur operasi, kita juga menjelaskan apa kemungkinan yang akan terjadi. Kalau ditanya aman mana antara laparoskopi dan pembedahan biasa? Dua-duanya ada keuntungan dan kerugian. Memang pada waktu melakukan tindakan, dokter akan memberitahu pilihan apa yang diberikan, apakah laparoskopi atau pembedahan biasa, sehingga pasien dan keluarga pasien lebih mengerti mana yang akan dipilih.

Halaman
1234
Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved