Leisure

Wisata Baru di Belitung Timur, Ada Danau Berlatar Belakang Bukit Tinggi

Ada satu tempat wisata baru di Belitung Timur (Beltim). Namanya Wisata Terpadu Sawah Eks Jepang! Tepatnya berada di Desa Simpang Tiga, Simpang Renggia

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Fery Laskari
posbelitung.co
Bupati dan pejabat setempat saat berfoto dengan latar danau di sawah eks jepang belum lama ini. (Posbelitung.co) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Ada satu tempat wisata baru di Belitung Timur (Beltim). Namanya Wisata Terpadu Sawah Eks Jepang! Tepatnya berada di Desa Simpang Tiga, Simpang Renggiang. Lokasi ini baru diresmikan oleh Bupati Beltim, Burhanudin beberapa waktu lalu.

Jika kamu ingin menuju ke sini hanya butuh waktu 30 menit atau berjarak 33-37 km dari Kota Manggar ataupun Tanjungpandan. Patokannya adalah setelah tanjakan Genting Apit kalau dari Tanjungpandan dan sebelum jika dari Manggar.

Di tempat wisata ini kamu bakal menemukan panorama yang indah yaitu danau berlatar belakang bukit tinggi menjulang. Pemandangan ini seperti kamu sedang berada di Danau Toba, beda tipis!

Cocok sekali bagi kamu muda-mudi yang haus konten untuk instagram atau tik tok kamu! Jangan lupa siapkan kacamata, topi, dan sunscreen jika berencana ke sini saat siang hari karena akan sangat panas!

Kepala Desa Simpang Tiga Wasni bilang kalau tempat ini sudah diproyeksikan menjadi tempat wisata terpadu sejak tiga tahun terakhir. Selama itu dia dan tim menyiapkan berbagai kelompok, seperti pemancingan, persawahan, hingga perikanan. Kelompok-kelompok ini nantinya akan menjadi pengisi wisata di tempat ini.

"Jadi di sini bisa dipakai untuk wisata mancing, melihat sawah, sampai ke melihat potensi perikanan. Kami sudah menyiapkan gazebo untuk wisatawan istirahat setelah foto-foto," kata Wasni, Minggu (203/2022).

Dia mengatakan kenapa namanya eks Jepang karena memang jaman dulu tempat ini adalah kawasan yang dikelola oleh penjajah Jepang. Bahkan talut yang sekarang masih kelihatan kokoh konon adalah peninggalan Jepang.

Bukit yang berada di belakang danau pun kata Wasni di atasnya ada balai pemantau yang biasa digunakan oleh penjajah Jepang untuk memantau sawah-sawah di bawahnya.

Kades Wasni berharap tempat wisata ini bisa jadi salah satu destinasi unggulan di Belitung Timur. Karena jika tempat ini maju bisa menyejahterakan masyarakat sekitar.

"Dengan adanya tempat ini bisa mengurangi pengangguran di desa kami. Selain itu menghilangkan rasa jenuh bagi masyarakat. Tentunya lagi mendukung kebangkitan UMKM di desa ini," kata Wasni.

Sawah yang ada saat ini di kawasan tersebut, kata Wasni sekuas 30 hektar. Setiap hektarnya mampu memproduksi gabah lering sebanyak tiga ton.

Ayo! Kapan lagi berwisata ke Belitung Timur melihat sawah sekaligus liburan seperti di Danau Toba dengan panorama danau berlatar bukit? Rencanakan perjalananmu sekarang juga! ( Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved