Berita Belitung

Kemudahan Hasilkan Uang dari Sektor Tambang, Picu Rendahnya Harapan Lama Sekolah di Belitung

Wakil Bupati Belitung mengatakan angka harapan lama sekolah sangat fluktuatif dan bergantung dengan pembangunan ekonomi, Senin (21/3/2022)

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: nurhayati
(posbelitung.co /dede s)
Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie mengatakan angka harapan lama sekolah sangat fluktuatif dan bergantung dengan pembangunan ekonomi dan perkembangannya.

Di masa pandemi  Covid-19 ini, kemudahan menghasilkan uang membuat anak muda memandang tak perlu sekolah. 

"Ketika mereka merasa masih muda, usia sangat dini dan bisa turut menghasilkan uang, mereka punya pandangan dan opini bahwa gak perlu sekolah lagi, yang penting menghasilkan uang dan saya bisa tuh ternyata'. Ini menjadi masalah ketika daerah mengandalkan pertambangan," katanya, Senin (21/3/2022). saat dikonfirmasi Posbeliung.co. 

Sebagaimana diketahui, Belitung sudah melakukan transformasi ekonomi dari pertambangan ke pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM. Namun dampak pandemi membuat daerah mundur ke belakang.

Ini juga menjadi tantangan di 2022 dan seterusnya untuk menarik kembali generasi Y dan generasi Z untuk sadar bahwa sekolah penting.

Isyak menyebut akses sekolah sudah mudah. Ditambah Belitung punya program Simpor atau sistem pendampingan pendidikan dan olahraga yang memberikan beasiswa bagi yang tidak mampu, bahkan sampai ke perguruan tinggi. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada indeks pembangunan manusia (IPM) 2021 dalam bidang pendidikan, angka harapan lama sekolah 11,86 tahun. Ini menunjukkan bahwa penduduk usia 7 tahun ke atas memiliki harapan mengenyam pendidikan hanya setara kelas 11 SMA.

Angka tersebut berada di bawah rata-rata Provinsi Bangka Belitung yakni 12,17 atau setara kelas 12 SMA. Secara nasional, harapan lama sekolah Indonesia pada 2021 yakni 13,08 atau setara diploma-1.

"Ini hanya persoalan bagaimana keluarga dan individu bisa diberikan pengertian dan kesadaran lebih sehingga mereka bisa punya komitmen dan tekad bahwa sekolah dan pendidikan adalah masa depan dan kunci sukses," sebut Isyak. 

"Secara mentality ini tantangan, karena kita dihadapkan situasi ekonomi dan paling instan menghasilkan uang adalah sektor pertambangan yang tidak memerlukan pendidikan tinggi," sambungnya.

Capaian IPM Belitung pada 2021 yakni 72,57 poin meningkat sebesar 0,06 poin dari tahun sebelumnya. Menurut Isyak, capaian tersebut sudah cukup bagus karena masih berada di tengah pandemi selama dua tahun lebih.

"Kita masih bisa meningkat dan IPM ini rapor hasil pembangunan. Pembangunan yang paling sukses adalah yang bisa memenuhi hak dasar masyarakat, akses air bersih, gizi, tingkat kematian ibu dan anak, angka lama sekolah dan happiness index yang juga menjadi dasar,"  ungkap Isyak.

( Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari) 

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved