Berita Belitung Timur

Kasus Covid-19 Makin Menurun, Pandemi Segera Jadi Endemi di Belitung Timur?

Masa-masa pandemi Covid-19 belum berakhir sejak dimulai pada awal 2020 silam.

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: nurhayati
Posbelitung.co/Bryan Bimantoro
Seorang petugas menunjukkan ruang isolasi Covid-19 di RSUD Belitung Timur saat ruang dalam kondisi steril beberapa waktu lalu. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Masa-masa pandemi Covid-19 belum berakhir sejak dimulai pada awal 2020 lalu.

Namun beberapa ahli mengatakan bahwa tidak lama lagi status pandemi akan berubah menjadi endemi karena sudah terciptanya herd immunity di masyarakat.

Di Belitung Timur sendiri kasus Covid-19 mulai melandai lagi sejak third wave (gelombang ketiga) pada medio Februari 2022 lalu.

Per hari ini kasus aktif hanya tinggal 41 orang dari hampir seribu kasus aktif pada medio tersebut.

Baca juga: Miris Selama 2021, Lebih dari 100 Siswa SMA/SMK di Belitung Putus Sekolah

Baca juga: Puluhan Siswa SD di Belitung Putus Sekolah Akibat Tergiur Bekerja Sektor Tambang

Walau demikian, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Belitung Timur Muhamad Yulhaedir mengatakan perubahan status tersebut secara nasional belum ada.

Hingga saat ini penanganan Covid-19 tetap masih mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan terbaru.

"Memang saat ini peraturan pengecekan antigen untuk perjalan sudah ditiadakan, di beberapa angkutan umum bahkan stiker jaga jarak sudah dilepas. Namun, sampai Permenkes terbaru belum dicabut kita tetap imbau masyarakat agar jalankan protokol kesehatan," kata Yulhaedir, Rabu (23/3/2022).

"Kalau pun nanti ada perubahan status dari Kemenkes atau BNPB Pusat terkait pandemi menjadi endemi, kita tetap akan ikuti. Mungkin kita akan ikuti langkah-langkah apa ang dipersiapkan untuk provinsi maupun kabupaten/kota," tambahnya.

Seiring dengan edukasi soal prokes ke masyarakat, capaian vaksinasi juga digenjot di Belitung Timur.

Sampai sekarang sudah lebih dari 90 persen sasaran yang sudah divaksinasi primer.

Baca juga: Inovasi Layanan Manggar Lapas Tanjungpandan Kini Bisa Diakses Dari Rumah

Baca juga: Mafia Minyak Masih Misteri, Mendag Minta Maaf Tak Kuasa Kontrol Spekulan, Polri Tak Tahu Ada Mafia

Sedangkan untuk vaksinasi booster masih di bawah 10 persen sebab harus menunggu jeda tiga bulan setelah vaksin kedua baru bisa melakukan booster.

"Alhamdulillah vaksinasi kita progresnya sudah cukup mendekati target, herd immunity sudah ke arah sana," kata Yulhaedir.

Dijelaskan Yulhaidir, tugas Dinas Kesehatan dan Puskesmas adalah tetap memperkuat promosi kesehatan melalui sosialisasi dan informasi lainnya secara langsung.

"Untuk anggaran penanganan covid agak berkuranglah dari tahun 2021 karena kita mungkin lebih memfokuskan untuk antigen, obat-obatan dan penanganan saat inilah. Apalagi kasuistik juga tidak begitu terlalu banyak dibanding sebelumnya, jadi prioritas kita agak sedikit menurun," kata Yulhaidir.

( Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved