Berita Pangkalpinang

Pemerintah Longgarkan Syarat Perjalanan, Bisnis Pelayanan PCR dan Antigen Melesu,Omzet Turun Drastis

Bisnis penyedia layanan pemeriksaan PCR dan antigen saat ini menurun. Pasalnya Pemerintah Indonesia melonggarkan syarat perjalanan.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: nurhayati
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
ilustrasi Petugas kesehatan melakukan tes swab PCR. 

POSBELITUNG.CO -- Bisnis penyedia layanan pemeriksaan PCR dan antigen saat ini menurun. Pasalnya Pemerintah Indonesia melonggarkan syarat perjalanan.

Hasil pemeriksaan PCR dan antigen tidak lagi wajib di semua moda transportasi asalkan pelaku perjalanan sudah divaksinasi Covid-19 lengkap dan booster.

Tentu saja kebijakan tersebut memukul bisnis penyedia layanan tes PCR dan antigen.

Kondisi ini membuat omzet yang didapat pihak laboratorium kesehatan menurun drastis,

Pihak laboratorium kesehaan mengaku penurunan hingga 80 persen, seperti dialami RSIA Rona Pangkalpinang.

Sebelumnya dalam sehari pihaknya bisa menerima hingga 140 sampel pemeriksaan rapid Antigen

Namun kini hanya berkisaran belasan sampel, hingga paling banyak 23 sampel pemeriksaan saja.

"Setelah tiga minggu ini penurunan sudah pasti, yang seharinya dulu ratusan kini hanya belasan, paling banyak sehari itu 23 pemeriksaan," kata Kepala Cabang Dipa Medical RSIA Rona Pangkalpinang Ary Zakir kepada Bangkapos.com, Rabu (23/3/2022).

Baca juga: Jumlah Pasien Covid-19 di Belitung Menurun, RSUD Marsidi Judono Non Aktifkan Isolasi C

Baca juga: Persediaan Vaksin Covid-19 di Babar Aman, Meski Ada 171 Vial Vaksin AstraZeneca Segera Kedaluwarsa

Ary menyebut, pemeriksaan saat ini rata-rata hanya untuk kebutuhan pribadi seperti skrining, hingga keperluan kantor saja.

"Kalau dulu itu memang yang dominannya untuk kebutuhan penerbangan, kalau sekarang hanya skrining aja, kebutuhan masuk kantor, atau kebutuhan masuk sekolah misalnya," sebutnya.

Sementara untuk harga kata Ary, tidak ada perubahan masih tetap dengan harga yang lama untuk rapid Antigen seharga Rp85.000 dan swab PCR Rp285.000.

Penurunan layanan kesehatan ini juga dirasakan  Laboratorium Pro Medic. Dulunya sampel yang diperiksa hingga ratusan kini hanya tinggal puluhan saja.

Direktur Laboratorium Pro Medic dr Buntoro mengatakan kini dalam sehari hanya ada 20-30 pemeriksaan saja.

"Syarat untuk penerbangan atau moda transportasi lainnya sudah tidak lagi, kasus covid-19 juga menurun dan ini bagus sebetulnya," kata dr Buntoro.

Halaman
12
Sumber: Bangka Pos
  • Berita Terkait :#Berita Pangkalpinang
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved