Berita Pangkalpinang

Ternyata Komoditas Ini yang Jadi Penyumbang Inflasi Tertinggi di Ibu Kota Provinsi Bangka Belitung

Komoditas cabai ternyata menjadi penyumbang inflasi tertinggi di Ibu Kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Pangkalpinang.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Budi Widihartanto didampingi Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil saat menunjukkan cabai hasil panen di Demplot Cabai Kelompok Tani Makmur di Kelurahan Tuatunu Indah, Kecamatan Gerunggang, Kamis (24/3/2022). 

POSBELITUNG.CO -- Komoditas cabai ternyata menjadi penyumbang inflasi tertinggi di Ibu Kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Pangkalpinang.

Untuk mengendalikan inflasi tersebut Bank Indonesia (BI)  membuat klaster terutama padi, cabai dan bawang merah  serta komoditas lain yang menyumbang inflasi di Bangka Belitung.

Kondisi ini disampaikan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Budi Widihartanto

Menurutnya, Pangkalpinang ditunjuk menjadi klaster cabai karena di daerah ini menjadi penyumbang inflasi secara spasial, pada Desember 2021 mengalami inflasi sebesar 1,27 persen secara bulanan atau 3,60 persen secara tahunan.

“Kenapa klaster cabai kita lakukan di Pangkalpinang karena memang sampai ini menjadi penyumbang inflasi tertinggi. Karena pasarnya jelas, harganya masih tinggi untuk menstabilkan ini suplai perlu dinaikkan,” jelas Budi usai melakukan panen cabai di Demplot Cabai Kelompok Tani Makmur di Kelurahan Tuatunu Indah, Kecamatan Gerunggang, Kamis (24/3/2022).

Baca juga: BPOM Pangkalpinang Masih Temukan Bahan Berbahaya pada Makanan di Belitung, Ini yang Dilakukan

Baca juga: Empat Calon Kades Siap Bertarung, Wakili Kaum Perempuan, Generasi Muda Hingga Petahana

Budi menyebut, dengan pengklasteran cabai di Pangkalpinang setidaknya memiliki manfaat untuk meningkatkan pendapatan para petani dengan harga yang relatif baik.

Hal ini juga sebagai upaya untuk meningkatkan pemulihan ekonomi nasional (PEN) melalui program pengendalian inflasi.

Bank Indonesia turut melakukan intervensi secara  end-to-end atau dari hulu ke hilir untuk menangani inflasi. Berdasarkan catatan Pangkalpinang mengalami inflasi sebanyak enam kali yakni pada bulan Januari, Februari, Juni, Juli, November dan Desember.

Oleh karenanya dalam konteks inflasi kerja sama antardaerah menjadi penting dalam jangka pendek untuk memenuhi kebutuhan pokok penyumbang kenaikan terbesar.

“Dalam menjaga inflasi barang dan jasa ini ada salah satu komponen terpenting di antaranya adalah komoditas lokal adalah makanan yang harganya itu sangat dipengaruhi oleh musim. Ketika musim hujan atau musim kemarau atau ada banjir atau ada hari-hari tertentu seperti keagamaan itu kadang naik dan turun,” ungkap Budi.

Di sisi lain lanjut dia, dalam 5 tahun terakhir Bank Indonesia mampu menjaga inflasi stabil bahkan di level 3,1 persen dan lebih ke arah ke level 2 persen.

Untuk  menekan angka tersebut perlu dia menyebutkan perlunya, peran dari kepala daerah bagaimana caranya untuk membantu meningkatkan proses produksinya untuk memenuhi kebutuhan pokok.

Terlebih saat harga timah baik banyak para petani yang beralih profesi menjadi penambang.

“Ke depan kita optimalkan produktivitasnya kita, harapkan terus meningkat sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan di lokal Kota Pangkalpinang khususnya dan juga kepulauan Provinsi Bangka Belitung umum,” kata Budi.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Budi Widihartanto didampingi Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil saat menunjukkan cabai hasil panen di Demplot Cabai Kelompok Tani Makmur di Kelurahan Tuatunu Indah, Kecamatan Gerunggang, Kamis (24/3/2022).
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Budi Widihartanto didampingi Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil saat menunjukkan cabai hasil panen di Demplot Cabai Kelompok Tani Makmur di Kelurahan Tuatunu Indah, Kecamatan Gerunggang, Kamis (24/3/2022). (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
Halaman
12
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved