Berita Bangka Barat

Dikira Sedang Tidur, Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas Terbaring di Sofa Kafe di Bangka Barat

Seorang pria paruh baya ditemukan tewas di kafe di Desa Kelabat, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, pada Kamis (24/03/2022) kemarin. 

Penulis: Rizky Irianda Pahlevy | Editor: nurhayati
Kompas.com
Ilustrasi pria paruh baya meninggal dunia di sofa kafe 

POSBELITUNG.CO -- Seorang pria paruh baya ditemukan tewas di kafe di Desa Kelabat, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Kamis (24/03/2022) kemarin. 

Kondisi pria bernama Jumianto (60) warga Desa Sinar Manik, Kecamatan Jebus diperkirakan sudah meninggal dunia 12 jam sebelum ditemukan warga. 

Sebelumnya saksi yang menemukan mengira Jumianto sedang tertidur di sofa, namun saat dihendak dibangunkan ternyata sudah meninggal dunia.

Baca juga: Minyak Goreng Hampir Ludes Diserbu Saat Pasar Tani Digelar di Kelapa Kampit

Baca juga: Siti Sarah Berpartisipasi pada Pilkades Air Seruk, Ingin Suarakan Aspirasi Perempuan dan Anak-anak

Menurut Kapolsek Jebus Kompol Ghalih Widyo Nugroho, Jumianto ditemukan Rosminawati pemilik kafe saat akan membuka kafe miliknya. Saat itu dia melihat Jumianto berada di sofa samping pintu teras kafe. 

"Pertama kali ditemukan oleh Rosminawati saat hendak buka kafenya pukul 06.00 WIB, saksi ini melihat Jumianto posisinya lagi berbaring di sofa. Saksi pun berusaha membangunkan Jumianto dengan cara memanggil namanya tapi tidak ada respon, setelah itu saksi langsung melaporkan ke kami," ungkap Ghalih Widyo Nugroho, Jum'at (25/03/2022). 

Lebih lanjut jenazah Jumianto  langsung dibawa ke Puskesmas Jebus, sedangkan pihak unit reskrim dan unit Intelkam Polsek Jebus melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). 

Jumianto ditemukan meninggal dunia di cafe yang berada di Desa Kelabat, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, Kamis (24/3/2022) kemarin.
Jumianto ditemukan meninggal dunia di cafe yang berada di Desa Kelabat, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, Kamis (24/3/2022) kemarin. (Ist/Polsek Jebus)

Ghalih menyebutkan pihak puskesmas Sekar Biru pun sudah melakukan visum terhadap jenazah Jumianto guna mengetahui penyebab kematiannya. 

"Untuk kemungkinan jenazah tersebut meninggal sudah lebih dari 12 Jam, setelah dilakukan Visum kemudian jenazah tersebut langsung di bawa ke Rumahnya menggunakan ambulan. Sedangkan seluruh barang bukti di amankan ke Polsek Jebus, guna penyelidikan lebih lanjut," jelas Ghalih,

Sementara itu pihak Puskesmas Sekar Biru, dr Putri Nabela saat dikonfirmasi belum bisa memastikan penyebab kematian  Jumianto. 

"Sudah dari 12 jam soalnya, sudah mulai ada kaku mayat. Kita periksa luar aja tidak ada dilakukan pembedahan, karena disini kan nggak ada dokter forensik," kata dr Putri Nabela. 

Baca juga: Saat Patroli Rutin, Satpol PP Pergoki Tiga Remaja Mabuk-mabukan di Pantai Lalang Belitung Timur

Baca juga: Kapasitas TPA Tak Sebanding, Setiap Orang di Belitung Timur Hasilkan 12 Kg Sampah dalam Sebulan

Namun untuk memastikan penyebabnya dr Putri Nabela mengungkapkan harus dilakukan autopsi, akan tetapi kini untuk jenazah Jumianto sudah dibawa pihak keluarga untuk segera dimakamkan. 

"Untuk pastinya kita harus otopsi penyebab kematiannya, kalau misalnya untuk tahu pastinya harus otopsi. Kalau hanya dari pemeriksaan luar kita tidak bisa menyimpulkan apa yang saya temui saja, jadi baru kemungkinan bukan penyebab kematian pastinya. Kemungkinannya karena serangan jantung, indikasi lain tidak bisa diketahui karena harus otopsi," ungkap dr Putri.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy) 

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved