Berita Belitung

Solar Susah Didapat, Perahu Wisata Hopping Island Terancam Tidak Jalan

Para pelaku usaha perahu pariwisata di Tanjung Kelayang, Desa Keciput, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung sulit mendapat solar.

Penulis: Dede Suhendar | Editor: Fitriadi
dok pribadi Suhadi
Perahu pariwisata Tanjung Kelayang melayani wisawatan snorkling di area hopping island. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Sulitnya mendapatkan BBM jenis solar berdampak bagi para pelaku usaha perahu pariwisata di Tanjung Kelayang, Desa Keciput, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung.

Ketua Komunitas Perahu Pariwisata Tanjung Kelayang Suhadi mengatakan semenjak seminggu lalu solar mulai sulit didapat.

Padahal solar termasuk komponen utama tanpa bahan bakar secara otomatis perahu pariwasata tidak bisa melayani wisatawan.

"Minggu kemarin saja saya hampir tidak bawa tamu gara-gara solar, sampai nyari sana-sini. Saya juga masih nyari buat bawa tamu besok," kata Suhadi saat dihubungi Posbelitung.co, Senin (28/3/2022) malam.

Menurutnya, dalam satu trip perjalanan Hopping Island membutuhkan solar minimal 10 liter.

Bahkan untuk perahu yang menggunakan mesin mobil konsumsi solar bisa mencapai 15 liter sekali trip.

Selama ini, para pemilik perahu membeli solar eceran dari masyarakat setempat dengan harga sekitar Rp125 perjeriken.

"Sementara ini ada yang cancel tamu satu dua perahu karena tidak ada solar, jadi dialihkan ke perahu lain. Mau tidak mau kalau tidak ada solar," katanya.

Suhadi menambahkan jika harga solar naik secara otomatis berdampak pada kenaikan harga sewa perahu.

Namun sementara ini harga sewa masih normal kisaran Rp500 ribu dipotong biaya solar dan anak buah kapal atau pembawa perahu bagi pemilik yang tidak membawa sendiri.

"Otomatis kalau solar naik harga sewa juga naik, jadi ada penyesuaian," katanya.

Ia berharap ke depan pasokan solar kembali lancar agar bisa melayani wisatawan dengan lancar.

Menurutnya wisatawan pasti kecewa jika perjalanan menuju hopping island tertunda gara-gara tidak adanya solar.

Terlebih setelah terdampak pandemi Covid-19, pelaku perahu pariwisata mulai berkuruang sebagian kembali melaut dan menjual perahu mereka.

"Pasti mereka kecewa karena biasanya sudah pesan sehari atau dua hari sebelum trip," katanya. ( Posbelitung.co/Dede Suhendar)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved