Berita Belitung

Ternyata Ada Pengurangan BBM Subsidi Jenis Solar di Belitung, Begini Kuotanya

Telah terjadi pengurangan kuota bahan bakar minyak (BBM) subsidi di Belitung. Hal itu sesuai kebijakan yang berlaku per 1 Januari 2022.

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Fery Laskari
Posbelitung.co/Dok
ILUSTRASI: Petugas melaksanakan tera pada alat ukur di SPBU Padang, Manggar, Selasa (12/11/2019). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kabag Ekonomi dan Pembangunan Setda Belitung Syamsudin, Senin (28/3/2022) mengakui, memang telah terjadi pengurangan kuota bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Kebijakan yang berlaku per 1 Januari 2022 dikeluarkan oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH) Migas.

Hal itu sesuai Keputusan Kepala BPH Migas nomor 102/P3JBT/BPH MIGAS/KOM/2021 tentang penugasan penyediaan dan pendistribusian kuota volume penyalur jenis bahan bakar minyak tertentu per titik serah oleh Pertamina (Persero) C.Q. PT Pertamina Patra Niaga Tahun 2022.

Pada tahun-tahun sebelumnya, BPH Migas menetapkan kuota penyaluran kuota jenis bahan bakar minyak tertentu jenis solar di Belitung pada 2020 sebanyak 35.100 kilo liter dan 2021 sebanyak 32.340 kilo liter. 

Sementara penyaluran minyak solar di Belitung per 2022 sebanyak 30.404 kilo liter. Kuota tersebut dialokasikan ke 23 pengelola, baik SPBU maupun SPBN.

Berikut rincian hilir BBM berjenis solar subdisi di setiap pengelola dalam satu tahun 2022 bersumber pada Keputusan Kepala BPH Migas nomor 102/P3JBT/BPH MIGAS/KOM/2021.

- SPBU Reguler 24 334174: 374 kilo liter
- SPBU Reguler 24 33479: 1.173 kilo liter
- SPBU Reguler 24 33480: 1.167 kilo liter
- SPBU Mini 26 0215: 590 kilo liter 
- SPBU Mini 26 0219: 1.005 kilo liter
- SPBU Kompak 26 0208: 1.638 kilo liter
- SPBU Kompak 26 0218: 246 kilo liter
- SPBU Kompak 26 0223: 1.127 kilo liter
- SPBU Kompak 26 0228: 1.677 kilo liter
- SPBU Kompak 26 0230: 358 kilo liter
- SPBU Kompak 26 0226: 968 kilo liter
- SPBU Nelayan 29 33418: 2.254 kilo liter
- SPBU Nelayan 28 33405: 2.480 kilo liter
- SPBU Nelayan 28 33404: 2.205 kilo liter
- SPBU Nelayan 28 41102: 2.566 kilo liter
- SPBU Nelayan 29 33411: 1.464 kilo liter
- SPBU Nelayan 29 33416: 1.057 kilo liter

- SPBU Nelayan 29 41101: 3.576 kilo liter

- SPBU Nelayan 29 41506: 991 kilo liter
- SPBU Nelayan 29 45109: 654 kilo liter

- SPBU Nelayan 29 33419: 1.837 kilo liter
- SPBU Nelayan 2933421: 610 kilo liter
- TBBM Tanjung Pandan: 387 kilo liter

Selain itu, data kuota jenis BBM tertentu atau minyak solar subsidi dari Pertamina untuk SPBU reguler, SPBU mini, SPBN atau SPBU kompak pada 2021 sebanyak 33.781 kilo liter. 3.017 kilo liter. Sedangkan pada 2022 sebanyak 30.017 kilo liter. 

"Pada 2022 terjadi penurunan 30.017 atau berkurang 11,14 persen atau 3.674 kilo liter," katanya. 

Berikut kuota alokasi BBM jenis solar berdasarkan data Pertamina. 
- 2020: 35.100 kilo liter
- 2021: 33.781 kilo liter
- 2022: 30.017 kilo liter. 

( Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari) 
 

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved