Berita Bangka Barat

Kasus Covid-19 di Bangka Barat Menurun, Tempat Isoter sudah Dua Bulan Kosong, 1.1.441 Orang Sembuh

Tempat isolasi terpadu di Kabupaten Bangka Selatan, sudah dua bulan ini kosong. Pasalnya, rata-rata pasien yang terpapar Covid-19 orang tanpa gejala.

Penulis: Yuranda | Editor: nurhayati
Ist/Rudi Hartono
Wisma isolasi terpadu (isoter) di Desa Kumbung yang disiagakan demi mencegah penyebaran Covid-19 di Kecamatan Lepar Pongok, Kabupaten Bangka Selatan. 

POSBELITUNG.CO -- Tempat isolasi terpadu di Kabupaten Bangka Selatan, sudah dua bulan ini kosong. Pasalnya, rata-rata pasien yang terpapar Covid-19 saat ini orang tanpa gejala (OTG). 

Kondisi ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Bangka Selatan Supriyadi saat dikonfirmasi Bangkapos.com, Jumat (1/4/2022).

"Sudah hampir satu bulan setengah hampir dua bulan ini kosong, karena pasien tepapar OTG, Sehingga mereka isolasi mandiri. Namun tetap kami pantau kondisi kesehatan mereka," kata Supriyadi saat diwawancarai Bangkapos.com, di halaman Gedung Serba Guna Bangka Selatan, Jumat (1/4/2022). 

Baca juga: Air Baku Sungai Lenggang Lebih Baik Dibandingkan Kampit dan Manggar, Ini kata Perumda Beltim

Baca juga: Rumah Makan Harus Pasang Tirai Penutup Selama Bulan Puasa

Menurut Supriyadi, rata-rata pasien yang terpapar Covid-19 ini terindikasi varian omicron sekitar 80 persen.

Diakuinya untuk tren kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Bangka Selatan mulai mengalami penurunan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Bangka Selatan, Kamis (31/3/2022) kemarin, pasien yang masih dalam perawatan sebanyak tujuh orang dari total secara keseluruhan yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 4.308 orang.

Dari data tersebut yang meninggal dunia sebanyak 160 orang, sedangkan sembuh sebanyak 1.441 orang. 

Menurutnya, saat ini yang masih menjalani perawatan di rumah sakit sebanyak dua orang selebihnya isolasi mandiri di kediamannya masing-masing. 

"Untuk perawatan ada 2 orang di rumah sakit dan lainnya isolasi mandiri. Untuk penanganannya masih kami lakukan Testing, Tracing dan Treatment (3T) guna mengantisipasi penyebaran dan dipantau kondisi kesehatannya," kata Supriyadi.

Baca juga: Pasien Covid-19 Terus Menurun, Manajemen RSUD Marsidi Judono Berencana Non Aktifkan Isolasi B

Baca juga: Wabup Sebut Ramadhan Kali Ini Lebih Konsumtif, Pemda Belitung Antisipasi Stok Sembako Hingga BBM

Menurutnya, kondisi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di gelombang tiga ini tidak terlalu berat dikarenakan sebagian masyarakat sudah divaksinasi Covid-19 sehingga antibodi mereka terbentuk. 

"Alhamdulillah gelombang tiga varian omicron ini, rata kejadian tidak terlalu berat karena sudah divaksin. Penambahan yang meninggal kemarin itu rata-rata lanjut usia (lansia), dan juga belum divaksin kebanyakan," kata Supriyadi.

Namun untuk mengantisipasi varian baru dan masa transisi dari pandemi ke endemi dirinya mengimbau kepada masyarakat segera divaksinasi Covid-19. 

"Segera divaksin Covid-19 agar herd Immunity terbentuk. Sehingga memperkecil kemungkinan terpapar virus corona atau Covid-19 varian baru ini," imbau Supriyadi.

(Bangkapos.com/Yuranda) 

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved