Ramadhan

Dindik Bangka Belitung Keluarkan Edaran, Siswa SMA/SMK Libur 3 Hari di Awal Ramadan

Sekolah diminta untuk memperbanyak pembelajaran teori ketimbang aktivitas fisik, dikecualikan untuk aktivitas ujian praktik yang telah dijadwalkan.

Penulis: Riki Pratama | Editor: Novita
Bangkapos.com/Riki Pratama
Kabid Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung, Saipul Bakhri 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Pelajar SMA/SMK di Provinsi Bangka Belitung libur selama tiga hari di awal Ramadan 1443 Hijriah/2022 M.

Hal ini sesuai Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitug mengenai Pembelajaran Tingkat SMA/SMK selama Ramadan.

Selain itu, Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung, juga memberlakukan sejumlah aturan terkait pembelajaran tatap muka (PTM) selama bulan Ramadan.

Aturan disampaikan ke setiap sekolah tingkat SMA/SMK yang ditujukan kepada Kepala Cabang Dinas wilayah I, II, III, IV dan V Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung.

Kepala Bidang Pembinaan SMK, Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung, Saipul Bakhri, mengemukakan, Dindik sudah menerbitkan Surat Edaran Nomor 420/466/DINDIK tertanggal 25 Maret 2022.

"Ini juga meniklanjuti surat keputusan bersama (SKB) Menteri, tentang hari libur nasional dan cuti bersama kalender pendidikan 2022 untuk jenjang SMA/SMK. Beberapa poin yang dicantumkan, untuk menjadi perhatian dan rambu selama memasuki bulan suci Ramadan," kata Saipul kepada Bangkapos.com, belum lama ini.

Ia mengatakan, Senin (4/4/2022) besok, siswa diliburkan hingga Rabu (6/4/2022) mendatang.

"Untuk libur awal Ramadan selama tiga hari, tanggal 4-6 Apri 2022. Setelah masuk kembali nanti, kita harapkan sekolah memberikan banyak pada penguatan karakter peserta didik. Seperti pembinaan bidang keagamaan, kita harap anak yang tidak berhalangan dan beragama iIlam untuk melaksanakannya," jelas Saipul.

Mengenai jam selama sekolah, Saipul berharap adanya penyesuaian melihat dari aturan SKB Menteri yang mengurangi jam kerja ASN.

"Karena kebiasaan tahun sebelumnya hanya 30-35 menit, kalau normalnya 45 menit per jam pembelajaran. Kita diminta menyesuaikan, untuk di dalam surat edaran belum dicantumkan. Tetapi dari Kantor Cabang Dinas Pendidikan menyampaikan, nanti untuk setiap jam pembelajaran berapa, mengacu pada SKB menegenai pengaturan jam masuk dan pulang ASN. Karena berbeda pegawai struktural dan fungsional guru," jelasnya..

Selain itu, selama Ramadan, pendidikan pembinaan karakter akan lebih banyak dilakukan. Seperti membaca Al-Qur'an, baik di awal atau akhir pembelajaran tatap muka di sekolah. Tujuanya, agar siswa dapat memaknai Ramadan dan mendarah daging untuk siswa/siswi.

"Kalau biasanya, untuk pembelajar fisik seperti olahraga dilakukan, pada Ramadan ini kita harapkan meniadakannya. Artinya, jangan sampai nanti fisik anak terkuras sehingga berdampak kepada puasa yang tidak optimal. Terutama dalam pelaksanaan ibadahnya, akibat olahraga yang terlalu berat," tegasnya.

Sekolah diminta untuk memperbanyak pembelajaran teori ketimbang aktivitas fisik, dikecualikan untuk aktivitas ujian praktik yang telah dijadwalkan. Tetapi, tidak terlalu berat.

" Sekolah melaksanakan teori tatap muka di dalam kelas saja. Memang apabila hal tertentu dilaksanakan fisik. Contoh, yang sudah diagendakan seperti ujian praktik. Untuk mata peljaran tertentu harus menggunakan aktivitas banyak praktik, tetapi sekolah harus banyak menyiasatinya," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved