Berita Belitung Timur

Gula Pasir Terbatas, Stoknya Hanya Cukup Buat Delapan Hari

Stok gula pasir di Beltim ada 17-an ton. Sedangkan kebutuha per hari 2,2 ton jadi hanya bisa sampai delapan hari ke depan.

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Fery Laskari
Pos Belitung/Dok
ILUSTRASI: Suasana toko sembako di Pasar Kelapa Kampit 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Bahan pokok, berupa gula pasir saat ini stoknya sangat terbatas di Belitung Timur (Beltim). Bahan pemanis itu hanya cukup  memenuhi kebutuhan warga hingga delapan hari ke depan saja. Begitu pula bahan kebutuhan pokok lainnya seperti terigu, minyak goreng dan lainnya, stoknya terbatas. 

Hal ini ditegaskan oleh Sekretaris Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Perdagangan Belitung Timur (Beltim), Harli Agusta, Senin (4/4/2022).

"Stoknya (gula pasir -red) ada 17-an ton dan kebutuhan kita per hari 2,2 ton jadi hanya bisa sampai delapan hari ke depan. Terus minyak goreng stoknya 10,1 ton liter dengan kebutuhan per hari 1,1 ton sehingga tahan sampai sembilan hari ke depan," kata Kecang sapaan akrab Harli Agusta.

Kemudian terigu stoknya ada 12,7 ton yang kebutuhan per harinya sebanyak 889 kg sehingga cukup sampai 14 hari ke depan. Lalu beras dan telur stoknya masing-masing 108 ton dan 1.553.750 butir sehingga cukup sampai 45 hari dan 97 hari ke depan.

Mengenai kebutuhan lain seperti daging-dagingan, Kecang mengaku akan melakukan rapat koordinasi dengan distributor dalam menjaga stoknya supaya tidak mengalami kelangkaan mendekati hari raya.

"Yang pasti akan ke Bulog untuk penyediaan daging beku. Lalu ke distributor lainnya yang dinilai mampu menyediakan daging segar," kata Kecang.

Lebih jauh, terkait harga bahan pokok tersebut dia mengakui memang ada tren kenaikan. Hal itu salah satunya disebabkan oleh kebijakan pemerintah yang menaikkan PPN menjadi 11 persen per April 2022 ini.

Walau demikian, pihaknya akan terus mencoba melakukan intervensi pasar dengan berkoordinasi bersama satgas pangan kabupaten supaya kenaikan harga ini tidak terus menerus yang nantinya akan menyebabkan inflasi.

"Di ujung Ramadan nanti kami akan melakukan intervensi pasar melalui operasi pasar seperti tahun-tahun sebelumnya. Dengan begitu diharapkan kebutuhan pokok bisa dijangkau oleh seluruh masyarakat," katanya. ( Posbelitung.co/BryanBimantoro)


 

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved