Berita Belitung

Diki, Pemuda Belitung Timur Ramadan di Amerika, Harus Berpuasa Sambil Kedinginan

Di akhir bulan puasa, Diki harus berpuasa lebih lama yakni 15-16 jam karena perubahan matahari terbenam.

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Tedja Pramana
Istimewa
Diki (paling depan) bersama teman-temannya di Amerika. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Diki Rizaldi pemuda asal Lenggang, Belitung Timur saat ini sedang mengenyam pendidikan di Amerika Serikat.

Otomatis dia harus menjalani ibadah puasa Ramadan di Negeri Paman Sam itu.

Dihubungi posbelitung.co, Selasa (5/4/2022) Diki mengatakan, ia tinggal di Negara Bagian Iowa. Di sana dia berpuasa sejak pukul 05.30 hingga berbuka pukul 19.30.

Namun di akhir bulan puasa, dia mengatakan harus berpuasa lebih lama yakni 15-16 jam karena perubahan matahari terbenam.

Diki mengatakan suhu di sana di antara 0-10 derajat celcius sehingga harus berpuasa sambil kedinginan.

Mahasiswa Hospitality Management di Kirkwood Community College itu mengakui suasana Ramadan 1443 H di sana berbeda dengan di Indonesia.

Hal itu karena di sana masyarakatnya banyak yang tidak puasa sehingga dia merasa beribadah sendirian.

"Tapi alhamdulillaah di sini ada komunitas Muslim dan ada satu masjid yang memang khusus untuk beribadah umat Muslim. Di sini saya bertemu dengan saudara muslim dari seluruh dunia seperti negara-negara di Afrika, Timur Tengah, bahkan dari Amerika sendiri. Hari ini kami bakal buka puasa bersama teman-teman komunitas," kata Diki, Selasa (5/4/2022).

Dalam mengisi aktivitas puasanya, Diki bilang mereka sering bercerita tentang negara masing-masing. Dia sendiri mengatakan banyak yang tertarik tentang Indonesia saat tahu Diki berasal dari sana.

Mereka bertanya letak geografis Indonesia, populasi muslimnya, di mana dia tinggal, bagaimana puasa di Indonesia, hingga suhu di Indonesia seperti apa.

"Saat saya cerita tentang puasa di Indonesia saya langsung rindu berat dengan kekhasan berpuasa khususnya di Belitung Timur. Pilihan kue berbuka sangat beragam hingga minumannya. Kangen banget," kata lulusan SMK Negeri 1 Manggar itu.

Untuk mengatasi kerinduan itu, dia biasanya masak sendiri di tempat tinggalnya. Selain mengobati kerinduannya, dia juga bisa berhemat.

"Selain juga karena lidah saya juga belum terbiasa dengan makanan Amerika meskipun sudah delapan bulan di sini," kata Diki.

( Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved