Berita Belitung

Mitos Nyeri Lutut Akibat Asam Urat, Begini Penjelasan Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik

Nyeri lutut seringkali menyerang mereka yang berusia di atas 45 tahun ke atas, terutama bagi orang-orang yang mengalami kelebihan berat badan.

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: nurhayati
Dok/Dwiki Razani
Bincang dengan dokter Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik RSUD Marsidi Judono Tanjungpandan dr. Ervi, Sp. KFR untuk berbincang pada program Konter atau Konsultasi Dokter Pos Belitung, Kamis (7/4/2022). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Nyeri lutut seringkali menyerang mereka yang berusia di atas 45 tahun ke atas, terutama bagi orang-orang yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

Menyikapi hal ini, Pos Belitung menghadirkan Dokter Rehabilitasi Medik RSUD Marsidi Judono Tanjungpandan dr. Ervi, Sp. KFR untuk berbincang pada program Konter atau Konsultasi Dokter. 

Lebih jauh mengenai rehabilitasi medik dan nyeri lutut kami susun dalam kutipan wawancara berikut:

T: Jika selama ini masyarakat awam lebih familiar dengan fisioterapi, apa bedanya dengan rehabilitasi medik? 

J: Rehabilitasi medik itu rumah besarnya, berupa layanan medis yang bertujuan mengoptimalkan fungsional seseorang sehingga pasien bisa aktif kembali. Fisioterapi itu bagian rehabilitasi medis. 

Mungkin masyarakat tahunya fisioterapi karena banyak orang awam belum mengerti rehabilitasi medis. Fisioterapi bagian dari kami dan penanganan tidak hanya fisioterapi, misalnya kasus nyeri lutut dari fisioterapi menterapi pasien. 

Dalam rehabilitasi medik ada fisioterapi, okupasi terapi, dan terapi bicara. Kita berikan sesuai kasus pasien, misalnya pasien butuhnya yang mana. 

T: Apa yang menjadi faktor penyebab nyeri lutut pada orang  tua? 

J: Nyeri lutut penyebabnya banyak, bisa karena trauma seperti atlet, kalau pada usia tua nyeri lutut karena proses pengapuran atau osteoarthritis lutut.

Gunanya rehabilitasi medis, kita bisa membantu mengurangi nyeri, karena pasien biasanya susah berjalan, kami bisa membantu mengurangi nyeri kemudian membantu pasien latihan menguatkan otot untuk membantu mengurangi nyeri, juga edukasi pasien apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. 

Banyak pasien tua, kalau pasien muda biasanya karena cedera olahraga, tapi yang paling banyak kasus nyeri lutut pengapuran pada orang tua. Termasuk kasus nomor dua dengan nyeri pinggang. 

Kalau membahas lebih mengerucut nyeri lutut pada lansia karena memang terjadi degeneratif atau menua, dengan bertambah umur, lututnya terjadi perubahan tulang rawan, berkurang oli sendi, tulangnya mulai aus sehingga pasien berjalan terasa nyeri.

Kemudian faktor risiko karena obesitas atau kegemukan sehingga beban lutut semakin besar karena lutut sendinya kecil sehingga menahan beban besar, makanya saya sarankan diet dulu agar meringankan beban lutut. Kalau berat badan harus perhitungan usia dan tinggi badan, melalui perhitungan indeks massa tubuh.

Rata-rata pasiennya kelebihan berat badan, yang lansia 90 persen obesitas.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved