Berita Belitung

24 Tahun Berdinas di Reskrim, Kompol Karyadi Purna Bakti, Paling Berkesan saat Tangani Kasus Ini

Semenjak resmi bergabung sebagai polisi tahun 1989, sekitar 24 tahun Karyadi menempati jabatan di bidang reserse kriminal (reskrim).

Penulis: Dede Suhendar | Editor: Novita
Posbelitung.co/Dede Suhendar
Kompol Karyadi didampingi istrinya menjalani upacara pelepasan purna bakti pedang pora di Mapolres Belitung, Kamis (14/4/2022). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kompol Karyadi SH resmi memasuki masa purna bakti sebagai anggota Kepolisian Republik Indonesia usai menjalani upacara pelepasan di Mapolres Belitung pada Kamis (14/4/2022).

Pria 58 tahun itu terakhir menjabat sebagai Kapolsek Membalong wilayah hukum Polres Belitung.

Semenjak resmi bergabung sebagai polisi tahun 1989, sekitar 24 tahun Karyadi menempati jabatan di bidang reserse kriminal (reskrim).

"Memang dari tahun 1994 sampai 2018 itu di reskrim terus, hanya setahun di SPKT karena habis sekolah. Paling lama itu sebagai KBO Reskrim Polres Belitung, lima tahun," tuturnya kepada Posbelitung.co, Kamis (14/4/2022).

Karir Karyadi kian melejit setelah berhasil mengungkap sederet kasus yang menyita perhatian masyarakat.

Dari bidang tindak pidana korupsi (Tipikor), Karyadi berhasil mengungkap kasus pembangunan Masjid Al Mabrur, Desa Padang Kandis, pembangunan Jalan di Desa Tanjung Binga, serta di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

Pria kelahiran Wonogori, Jawa Tengah itu juga ikut terlibat dalam penyelesaian kasus sengketa lahan PT Belfi dengan masyarakat Tanjung Binga.

Waktu itu, Karyadi tergabung dalam tim tripratit mewakili Polres Belitung bersama perwakilan Pemkab Belitung, Camat Sijuk dan BPN.

Dari sederet kasus, pengungkapan lima kasus pencurian ikan oleh kapal nelayan Thailand, menjadi yang paling berkesan bagi Karyadi.

Sebab, dalam upaya pengungkapannya melibatkan orang asing sehingga menghadirkan juru bahasa dan tersangkanya cukup banyak rata-rata satu kapal 11 orang.

"Memang waktu itu banyak kasus-kasus yang di luar KUHP seperti kapal Thailand. Ada juga kasus Undang-Undang Kesehatan penjualan gigi yang tersangkanya orang Tiongkok," ungkapnya.

Ia menuturkan, keinginan untuk menjadi anggota polisi awalnya terinspirasi dari kerabatnya yang juga seorang perwira Polri.

Awalnya, ia sempat bimbang antara ikut tes polisi atau melanjutkan pendidikan di bangku kuliah.

Karyadi tertarik melihat seorang polisi yang bertugas di bidang reskrim mampu mengungkap kasus tindak pidana.

"Alhamdulillah selama saya dinas, ya dinasnya ternyata di reskrim," ucapnya.

Karyadi berharap, ke depan institusi Polri semakin profesional di tengah beban kerja yang semakin kompleks.

Menurutnya Polri harus mampu memilah urusan prioritas sesuai tupoksi agar tidak menghilangkan citra sebagai pelayan, pelindung dan pengayom masyarakat. ( Posbelitung.co/Dede Suhendar)

Biodata

  • Nama : Kompol Karyadi SH
  • TTL : Wonogiri, 2 april 1964
  • Lulus polisi 1988-1989
  • Istri : Hermiati SPd
  • Anak : Briptu Bentar Yoga Virgana dan Bintang Kaprinusa Danuaji (*)
Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved