Virus Corona

Warga Shangai Dilarang Keluar, Anjing Pun Kencing di Toilet, Harga Mie Instan Mencapai Rp1 Juta

Kota Shanghai, China dilakukan lockdown secara ketat. Warga yang keluar rumah akan dinyatakan covid-19 dan dimasukkan ke tempat karantina massal

Editor: Hendra
(AP PHOTO/CHEN JIANLI)
Dalam foto yang dirilis oleh Kantor Berita Xinhua China ini, seorang sukarelawan menggunakan megafon untuk berbicara dengan warga di sebuah gedung apartemen di Shanghai, China, Selasa, 12 April 2022. 

POSBELITUNG.CO, SHANGHAI,  - Akibat penyebaran Covid-19 yang makin menjadi, kota Shanghai, China kini dilakukan aturan lockdown secara ketat.

Imbasnya terjadi krisis makanan dan harga kebutuhan pokok melambung tinggi.

Sejumlah warga terpaksa menimbun makanan untuk persediaan selama 4 hari sebagaimana perinta dari pihak berwenang setempat.

Namun lockdown ternyata melebihi waktu.

Baca juga: Ukraina Bakal Diratakan dengan Tanah, Dihapus dari Peta Dunia, Putin Diprediksi Gunakan Rudal Nuklir

Akibatnya bersediaan makanan warga hingga tujuh hari semakin menipis.

Kondisi ini diungkapkan oleh seorang warga bernama Frank Tsai yang tinggal di apartemennya di Puxi, bagian barat Shanghai.

"Saya memikirkan makanan saya dan asupan makanan saya lebih dari yang pernah saya miliki dalam hidup," kata Tsai yang bisnisnya menyelenggarakan kuliah umum selama waktu normal.

Beberapa penduduk terpaksa barter atau membayar lebih untuk makanan saat lockdown Shanghai berlangsung.

Seorang penduduk Shanghai bermarga Ma mengatakan, dia membayar 400 yuan (Rp 900.000) hanya untuk sekardus mie instan dan soda.

"Saya hanya mencobanya untuk persediaan," katanya.

"Saya tidak yakin berapa lama ini akan berlanjut."

Baca juga: Mafia Minyak Goreng Ternyata Orang Dalam, 4 Orang Ditetapkan Tersangka, Begini Reaksi Mendag

Sebagian besar dari 25 juta penduduk Shanghai berada di bawah perintah ketat tinggal di rumah, dan mereka marah karena kekurangan makanan serta takut dinyatakan positif Covid yang akan menempatkan mereka di pusat karantina raksasa.

"Tidak ada percakapan yang dipaksakan... semua orang diam dan menghormati jarak dan privasi satu sama lain," kata warga lain bernama Romeo kepada AFP.

Pada malam hari, jam kerja sosial tetap berlangsung, katanya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved