Mafia Minyak Goreng

Polisi dan KPK Kecolongan, Kinerjanya Dipertanyakan Kalah Cepat Tangani Kasus Mafia Minyak Goreng

Sama-sama punya kewenangan, Polri dan KPK kalah cepat tangani kasus mafia minyak goreng

Editor: Hendra
Istimewa(KOMPAS.com/RAHEL NARDA)
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan RI, Indrasari Wisnu Wardhana ditetapkan sebagai tersangka tindakan melanggar hukum dalam Pemberian Fasilitas Ekspor Minyak Goreng Tahun 2021-2022. 

POSBELITUNG.CO -- Kepolisian dan KPK dinilai kecolongan dan kalah cepat dengan Kejaksaan Agung dalam mengungkap kasus mafia minyak goreng.

Polri sebelumnya menyebutkan dalam kasus mafia minyak goreng mereka tidak memiliki data dan tak ada tersangkanya.

Sebaliknya kejaksaan agung berhasil menetapkan 4 orang tersangka kasus mafia minyak goreng.

Baca juga: Kebunnya Sawit di Indonesia, Wilmar Anak Perusahaan asal Singapura Terlibat Mafia Minyak Goreng

Kelangkapaan minyak goreng di Indonesia akibat ulah mafia minyak goreng pertama kali disebutkan oleh Menteri Perdagangan, M. Lutfi.

Ternyata dari 4 tersangka yang ditetapkan oleh Kejagung, satu diantaranya adalah orang di Kemendag RI juga.

Sebelum ditetapkannya empat tersangka tersebut, Menteri Perdagangan (Mendag), M Lutfi, pernah menyatakan pihaknya melalui kepolisian akan mengumumkan adanya tersangka mafia minyak goeng. 

Namun, hingga saat ini kepolisian tak kunjung mengungkap tersangka tersebut. 

Bahkan, kepolisian sempat menyebut tidak ada data dan temuan yang diserahkan ke Polri mengenai mafia minyak goreng. 

Pakar hukum pidana, Asep Iwan Iriawan, memberi tanggapan mengenai hal tersebut. 

Asep mengatakan, dalam kasus korupsi, Kejaksaan, KPK, maupun Polri sama-sama memiliki kewenangan. 

Namun ia menilai, Kejaksaan dalam hal ini 'memimpin' karena lebih cepat menetapkan empat tersangka dibanding KPK- Polri

Asep mengapresiasi langkah Kejaksaan di tengah simpang siurnya tersangka mafia goreng. 

"Kalau dalam perkara korupsi, ketiga lembaga ( KPK, Polri, Kejaksaan) itu memiliki kewenangan."

"Kita masih ingat pernyataan Mendag 21 Maret, bahwa akan mengumumkan tersangka, tapi kan kepolisian menyebut tidak ada tersangka. Kalau Kejaksaan lebih dulu memiliki bukti dan memeriksa 14 saksi, saya apresiasi."

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved