Berita Belitung

Bupati Belitung akan Turunkan Tim Terpadu untuk Amankan Distribusi BBM

Dalam rakor tersebut, Sanem sempat menyampaikan usulan untuk memisahkan proses pengisian BBM antara masyarakat umum dan pengerit di SPBU.

Penulis: Dede Suhendar | Editor: Novita
Posbelitung.co/Dede Suhendar
Rapat koordinasi Bupati Belitung, Sahani Saleh, dan jajaran bersama Forkopimda membahas masalah BBM pada Jumat (22/4/2022). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Bupati Belitung, Sahani Saleh, menyatakan akan menurunkan tim terpadu untuk mengamankan distribusi BBM, khususnya pertalite.

Hal itu disampaikannya usai menggelar rapat koordinasi bersama DPRD dan Forkopimda pada Jumat (22/4/2022).

Rakor yang dihadiri Kapolres Belitung, AKBP Tris Lesmana Zeviansyah, Danlanud H AS Hanandjoeddin, Letkol Nav Rudy Hartono, Dandim 0414 Belitung, Letkol Inf Hairil Achmad, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Belitung, Syamsir itu, membahas masalah BBM.

"Kami akan menindaklanjuti Surat Edaran Gubernur dan teknis di lapangan kami akan turunkan tim secara terpadu mengamankan distribusi BBM ini," kata pria yang akrab disapa Sanem itu.

Dalam rakor tersebut, Sanem sempat menyampaikan usulan untuk memisahkan proses pengisian BBM antara masyarakat umum dan pengerit di SPBU.

Meskipun masih akan dibahas secara teknis, usulan tersebut mengakomodir masyarakat umum pada pagi hari dan rombongan pengerit pada malam hari.

Sebab, jika melihat kuota pertalite yang masuk kategori jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP), sebenarnya mencukupi untuk konsumsi kendaraan.

Tetapi saat ini, konsumsi pertalite juga dipakai untuk bahan bakar TI jenis suntik, sehingga dimanfaatkan pengerit menjual ke sektor tambang.

"Iya itu nanti akan dibahas lagi untuk penerapannya oleh jajaran yang lebih teknis lagi," kata Sanem.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Belitung, Syamsir, menyatakan setuju dengan usulan Bupati Belitung.

Ia meminta kepada Bupati Belitung agar segera mengkaji usulan tersebut sehingga peemasalahan BBM bisa segera teratasi.

Selain itu, Syamsir juga meminta pengamanan dari TNI Polri di SPBU, agar lebih tertib dan membatasi para pengerit agar tidak berulang mengisi BBM.

"Pengerit dan pekerja TI suntik itu semuanya warga kita juga yang butuh pengkajian agar mendapat solusi terbaik. Jadi, saya minta agar usulan bupati segera dikaji secepatnya, kami apresiasi itu," kata politisi dari Partai PPP itu.

Sikronisasi Jam Distribusi dan Pengamanan

Kapolres Belitung, AKBP Tris Lesmana Zeviansyah, turut bicara dalam rakor membahas masalah BBM di ruang rapat Bupati Belitung.

Menurutnya, semenjak beberapa hari lalu, personel Polres Belitung sudah di-floating di SPBU guna memantau distribusi BBM.

Ia menyarankan untuk memastikan jam distribusi BBM dari Pertamina menuju SPBU dengan penempatan personel.

"Kita pastikan jam distribusi dari Pertamina ke SPBU agar pengamanan bisa mengikuti sehingga semuanya lebih terkendali," tegasnya.

Selain itu,Tris juga meminta tambahan personel, baik dari unsur TNI maupu Pemkab Belitung. Sebab, personel Polres Belitung terbatas jika harus mengamankan seluruh SPBU. ( Posbelitung.co/Dede Suhendar)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved