Wawancara Khusus

Bincang Masalah Kehamilan Bersama dr Suhandri SpOG, Perubahan Mood pada Ibu Hamil Normal Terjadi

Memperhatikan tanda-tanda bahaya juga perlu menjadi kewaspadaan agar deteksi dini masalah yang muncul dapat segera teratasi.

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Novita
IST/Dokumentasi Pos Belitung
Dokter Spesialis Kandungan RSUD Marsidi Judono sekaligus Klinik Bersalin Sinar Bunda dr Suhandri SpOG. saat berbincang dengan host Konter Disa Aryandi, Kamis (21/4/2022). 

J: Mual pada ibu hamil disebabkan karena terjadi perubahan hormon, karena terjadi peningkatan produksi hormon estrogen dan progesteron. Ketika terjadi peningkatan itu, langsung mempengaruhi kimiawi di otak sehingga timbul rasa mual, perubahan mood dan emosi.

Mual dan muntah tidak bisa dicegah. Ada obatnya, kalau berat harus dirawat diinfus, kalau ringan bisa diberikan obat. Kalau makanan dan minuman sama sekali tidak bisa masuk, maka harus diwaspadai untuk segera dirawat dan diberikan obat anti mual melalui suntikan. Biasanya dalam 1-2 hari sudah boleh pulang pasiennya.

Tidak semua ibu hamil mengalami mual dan muntah, tergantung ambang toleransi ibu menghadapi perubahan hormon. Tidak sama ambang toleransi pada setiap orang. Umumnya mual dan muntah ini disebabkan aroma makanan seperti amis. Makanya, kalau ibu hamil masak, susah, karena pada ambang toleransi yang rendah. Kalau mencium bau, rentan menyebabkan mual dan muntah.

T: Kemudian juga untuk ibu hamil yang masih berusia muda, sering mengalami nyeri pada bagian payudara, sering buang air kecil, mudah lelah, pusing, serta keinginan makan sesuatu atau biasa disebut ngidam.Kemudian juga sering sensitif terhadap bau tertentu. Bagaimana ini bisa terjadi?

J: Sebenarnya itu dalam batas normal. Setiap ibu hamil pasti akan mengalami perubahan pada tubuhnya. Yang paling menonjol memang payudara karena ada retensi cairan sehingga sering kemih, kaki bengkak, tangan kesemutan. Juga bisa mudah kembung dan mudah mual. Kalau dalam batas wajar sebenarnya tidak apa-apa, ibu hamil tidak perlu cemas. Kecuali kalah sudah berlebihan. Misalnya mual muntah berlebihan, bengkak dan kesemutan berlebihan, apalagi disertai tensi tinggi, itu perlu diwaspadai.

Ngidam ini sebenarnya psikologis. Dalam ilmu kedokteran tidak ada penjelasan yang secara ilmiah. Lebih banyak ke faktor psikologis.

T: Bagaimana cara menjaga agar tidak muncul flek atau pendarahan ringan saat trimester pertama kehamilan?

J: Supaya tidak terjadi dengan melakukan pola hidup sehat. Tapi kalau sudah terjadi, tanda-tanda bahaya seperti pendarahan, kalau hanya sedikit itu mengatasinya dengan istirahat cukup. Muntah kalau tidak berlebihan dapat diatasi dengan makan dan minum sedikit demi sedikit, tapi sering. Tapi untuk lebih yakin, dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui kondisi kehamilan.

T: Benarkah kondisi janin saat dikandung akan memengaruhi saat lahir dan berkembang?

J: Ada namanya seribu hari pertama kehidupan, mulai terjadinya pembuahan sampai berumur lima tahun terkait gizinya. Makanya, ibu hamil membutuhkan asupan makanan untuk dia sendiri dan janinnya. Nutrisinya ada makro nutrien dan mikro nutrien.

Makro nutrien didapatkan dari makanan sehari-hari, karbohidrat sumbernya nasi, jagung, umbi-umbian, kemudian protein, lemak, dan sebagainya. Itu harus dipersiapkan bahkan sebelum kehamilan, sampai anak lahir, baru kemudian diberikan ASI eksklusif sampai enam bulan.

Selain itu, mikro nutrien juga penting diberikan pada ibu hamil, yang didapatkan dari buah-buahan dan sayuran. Kalau asupan ini kurang, perlu tambahan vitamin yang diberikan untuk ibu hamil.

Di Indonesia, berdasarkan hasil survei, rata-rata ibu hamil mengalami defisiensi besi, kadar Hb-nya rata-rata di bawah 12 sehingga hampir seluruh ibu hamil diberikan tablet tambah darah sebagai unsur mikro nutrien. Kalau kurang darah nanti lemas, jadi asupan ditambah tablet tambah darah yang diberikan rutin oleh puskesmas dan bidan desa.

T: Dalam kehamilan ada istilahnya sungsang, bisa dijelaskan lebih lanjut terkait hal tersebut?

Halaman
123
Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved