Wawancara Khusus

Bincang Masalah Kehamilan Bersama dr Suhandri SpOG, Perubahan Mood pada Ibu Hamil Normal Terjadi

Memperhatikan tanda-tanda bahaya juga perlu menjadi kewaspadaan agar deteksi dini masalah yang muncul dapat segera teratasi.

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Novita
IST/Dokumentasi Pos Belitung
Dokter Spesialis Kandungan RSUD Marsidi Judono sekaligus Klinik Bersalin Sinar Bunda dr Suhandri SpOG. saat berbincang dengan host Konter Disa Aryandi, Kamis (21/4/2022). 

J: Itu masalah letak janin di dalam kehamilan yang normalnya kepala di bawah. Kalau sungsang, bokongnya di bawah. Itu tergantung usia kehamilan dan hamil ke berapa. Biasanya perubahan letak terjadi pada usia di bawah 34 minggu. Kalau 36 minggu ke atas sudah sulit untuk berputar. Posisi menungging dilakukan sebagai salah satu upaya agar posisi janin dalam kandungan, karena kepala bagian terberat, manuver seperti itu akan terjadi perputaran mengikuti hukum gravitasi. Hampir 80 persen ibu hamil letak janinnya di bawah.

Sungsang ada beberapa faktor seperti bentuk rahim dan letak tembuni atau plasenta. Kalau letak sungsang melahirkan harus di rumah sakit atau di dokter spesialis karena itu termasuk proses persalinan abnormal sehingga butuh skill khusus untuk menolong letak sungsang tadi. Ada manuver-manuver dalam proses melahirkan kaki, bahu, dan kaki, karena berbeda dengan melahirkan bayi letak kepala. Kalau bayi ukuran kepala lebih besar, makanya kalau kepala sudah lahir, aman. Sedangkan sungsang harus waspada karena kepala besar, misalnya pasien yang tidak USG, tidak mengetahui ada hidrosefalus. Artinya, pemeriksaa pemeriksaan rutin perlu terus dilakukan untuk mengetahui kondisi anak terutama trimester ketiga.

Pemeriksaan bulan pertama untuk menentukan gestasi dan menentukan janin di dalam dan luar rahim. Karena tidak semua ibu hamil tahu kapan menstruasi terakhir. Ibu hamil sekarang sering melakukan pemeriksaan sendiri, kalau positif, pastikan dulu kehamilannya di dalam atau luar rahim.

T: Apa saja yang perlu dihindari ketika sedang hamil?

J: Kebiasaan yang pernah dilakukan sebelum hamil, misalnya merokok, harus berhenti, karena efek rokok sangat buruk terhadap janin. Biasanya ukuran otak bayi kecil, itu paling sering terjadi pada ibu perokok. Minuman alkohol juga harus dihentikan. Kalau sudah punya kebiasaan itu dari sebelum hamil, sebaiknya dihentikan.

Kemudian kebiasaan mencuci tangan. Itu penting sekali. Habis mengolah daging, sayur, mencuci sayur, itu penting karena dikhawatirkan terjadi infeksi. Ibu hamil harus tidur 6-8 jam, usahakan tidur siang 15 menit-1 jam. Kalau tidur siang terlalu lama, nanti malamnya sulit tidur.

Kebutuhan cairan dalam sehari itu 2 liter, tapi bukan berarti asupannya dari air semua. Bisa dari nasi, buah-buahan, dan lainnya. Kalau ibu hamil 2 liter atau 8 gelas air cukup.

T: Bagaimana berat badan yang ideal pada ibu hamil?

J: Berat badan ideal rata-rata antara 11-16 kilogram. Kalau sebelum hamil 50 kilogram, nanti selama kehamilan penambahan akhirnya 16 kilogram. Kalau seorang ibu hamil dengan obesitas, jangan dipaksakan penambahan beratnya seperti itu, karena nutrisi dari dia sendiri cukup untuk memenuhi kebutuhan janin.

Konsumsi es krim pada ibu hamil, es krim ada susu yang bikin bayi cepat besar, karena kadar susunya cukup tinggi sehingga bikin cepat gemuk, tapi tidak boleh berlebihan. Karena risiko unsur gulanya tinggi sekali sehingga berbahaya bagi berat badan ibu dan janin.

Selengkapnya mengenai obrolan seputar menjaga kehamilan dapat disaksikan melalui YouTube Pos Belitung bertajuk Konter: Kehamilan Sehat dan Terjaga. ( Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved