Wawancara Khusus

Bincang Soal Diare pada Anak Bersama dr Khusnul : Pola Makan Sehat dan Hidup Bersih Cegah Diare

Ada beberapa cara pertolongan pertama yang dapat dilakukan pada anak jika kondisinya masih dikategorikan baik.

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Novita
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Dokter umum RSUD Marsidi Judono, dr Khusnul Dwinita, berbincang dengan host Konter Disa Aryandi, Kamis (12/5/2022). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Muntah dan diare menjadi penyakit yang rentan terjadi pada anak-anak balita. Meski begitu, orang tua tak harus panik berlebihan.

Ada beberapa cara pertolongan pertama yang dapat dilakukan pada anak jika kondisinya masih dikategorikan baik. Misalnya melalui pemberian oralit.

Lebih lengkap mengenai gejala hingga tips mengatasi muntah dan diare pada anak, Posbelitung.co telah merangkum perbincangan dengan Dokter Umum RSUD Marsidi Judono, dr Khusnul Dwinita dalam program Konter atau Konsultasi Dokter, Kamis (12/5/2022).

Berikut kutipan wawancaranya:

T : Bagaimana proses terjadinya muntah dan diare pada tubuh manusia, terutama terhadap anak-anak?
J : Jadi diare ada beberapa mekanisme kenapa bisa terjadi. Ada osmotik diare terjadi pada kasus mal absorpsi atau gangguan penyerapan. Kemudian pada kasus alergi. Kalau pada pasien anak yang mengalami gangguan absorbsi, makanannya tidak bisa diserap usus. Jadi tekanan osmotik di usus tinggi sehingga menarik cairan dari dinding usus sehingga keluar sebagai diare. Cairan di tubuh keluar melalui usus.

Karena makanan tidak bisa dicerna usus, sehingga menarik cairan keluar lewat BAB cair. Tubuh juga bereaksi mengeluarkan makanan tersebut dengan cara meningkatkan gerakan usus. Makanya perut terasa mules, rasa mau BAB frekuensinya menjadi lebih banyak karena tubuh mau mengeluarkan makanan yang tidak bisa dicerna. Gangguan penyerapan paling sering terjadi pada anak.

Ada juga namanya secretory diarrhoea, biasanya pada kasus diare karena infeksi yang disebabkan virus, bakteri atau parasit. Bakteri bisa mengeluarkan toksin atau racun ke dalam usus sehingga merangsang terjadi peradangan. Hal tersebut membuat cairan keluar melalui kotoran makanya mencret.

T : Bagaimana mengatur pola makan yang baik agar anak terhindar dari muntah dan diare?
J : Prinsipnya harus menjaga higienitas makanan. Jadi makanan yang masuk ke tubuh pasti berpengaruh pada tubuh. Makanya harus bersih, jenis makanan juga harus sesuai dan bergizi seimbang.
Kalau pada anak-anak sebaiknya kita perbaiki gizinya. Misalnya diupayakan pemberian ASI eksklusif hingga berusia enam bulan. Setelahnya dimaksimalkan dengan makanan pendamping ASI. Kalau gizinya baik dan tercukupi maka daya tahan tubuh anaknya pun akan baik. Itu juga akan mencegah timbulnya diare.

Selain pola makan, pola hidup harus bersih. Makanya perlu menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Pada anak-anak sebaiknya mengajarkan mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, sesudah BAB, dan imunisasi.

T : Apakah perubahan nafsu makan mempengaruhi pencernaan anak?
J : Semua yang dimakan pasti akan berpengaruh pada tubuh. Pada anak-anak yang nafsu makannya menurun, otomatis kerja usus akan berkurang jadi gerakan usus berkurang sehingga BAB jadi lebih jarang. Bisa saja jadi 2-3 hari sekalian BAB-nya.

Sedangkan kalau makannya berlebihan tanpa diimbangi serat dan cairan juga akan berefek pada pencernaan. Itu juga bisa bikin konstipasi atau BAB keras.

T : Adakah penyakit tertentu yang ditandai dengan muntah dan diare?
J : Sebenarnya banyak penyakit yang gejalanya berupa muntah atau diare. Balik lagi kita harus tahu penyebab muntah dan diare itu. Bisa terjadi karena infeksi atau alergi. Misalnya alergi protein susu sapi juga bisa menyebabkan diare. Kemudian gangguan penyerapan dan keracunan makanan juga bisa menyebabkan muntah dan diare. Misalnya makanan yang dimakan terkontaminasi juga bisa menyebabkan diare. Selain itu, daya tahan tubuh rendah juga dapat menyebabkan diare. Makanya asupan gizi juga penting.

T : Benarkah rotavirus dapat menyebabkan gangguan pencernaan?
J : Rotavirus itu salah satu virus yang paling banyak bikin diare pada anak-anak. Sekitar 60-80 persen diare pada anak disebabkan rotavirus. Gejalanya muntah dan diare. Kalau pada rotavirus biasanya diawal muntah- muntah terlebih dahulu. Virusnya bisa masuk dari makanan, pasiennya mengalami muntah- muntah, setelah itu saat makanan turun ke usus untuk dicerna, barulah timbul gejala BAB cair dan frekuensinya sering.

T : Apa sih gejala diare pada anak?
J : Diare ini dibagi menjadi beberapa derajat keparahan. Seperti diare tanpa dehidrasi, diare dengan dehidrasi ringan-sedang, dan diare dengan dehidrasi berat. Untuk gejalanya berupa BAB-nya cair, air lebih banyak dari kotoran. Kemudian frekuensinya lebih sering, misalnya biasa anak BAB 2 kali, tiba-tiba menjadi 4-5 kali, itu gejala diare. Selain itu pasien juga muntah. Pada kasus dengan infeksi bakteri bisa saja demam.

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved