Perang Rusia dan Ukraina

Amerika Malu Ketahuan Publik, Ajak Rusia Negosiasi Akhiri Perang, Ajukan Syarat Minta Putin Tobat

Takut pecah perang nuklir, Amerika beri sinyal damai ke Rusia hingga ajak negosiasi. Petinggi Rusia kompak tak akan mundur apalagi menyerah

Editor: Hendra
AFP
Prajurit Rusia berbaris di Lapangan Merah selama latihan umum parade militer Hari Kemenangan di Moskow tengah pada 7 Mei 2022. Rusia akan merayakan peringatan 77 tahun kemenangan 1945 atas Nazi Jerman pada 9 Mei. 

POSBELITUNG.CO, AMERIKA SERIKAT - Amerika Serikat memberikan sinyal untuk bernegosiasi dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Negosiasi ini dilakukan untuk segera menghentikan perang Rusia dan Ukraina.

Amerika sadar resiko yang akan dihadapi oleh negaranya dan eropa bila perang terus berkepanjangan.

Sinyal permintaan negosiasi dari Amerika ini diungkapkan oleh Duta Besar Rusia untuk Amerika Serikat (AS), Anatoly Antonov.

Baca juga: Rusia Ancam Tenggelamkan Inggris dan Finlandia, Dengan Rudal Satan-2 Bisa Hancur Seperti Kacang

Antonov mengungkapkan pemberian persyaratan tersebut dilakukan secara rahasia.

Negosiasi itu dilakukan agar Rusia menghentikan penyerangan ke Ukraina.

Hal itu diungkapkan Antonov saat berbicara di stasiun TV pemerintah Rusia.

“Amerika telah mendorong kami untuk melakukan negosiasi, tetapi dengan beberapa kondisi,” ujar Antonov dilansir dari media Inggris Daily Mail.

Ia pun menegaskan akan mengungkapkan tiga persyaratan yang diminta oleh AS.

“Pertama untuk menghentikan aksi militer sebagai bagian dari operasi militer khusus,” tuturnya.

Baca juga: Hancur Berantakan Digempur Rusia, Ukraina Masih Ingin Melawan, Minta Bantuan Persenjataan ke Amerika

“Kedua memindahkan tentara kami kembali ke tempatnya sebelum penyerangan 24 Februari dilakukan. Ketiga untuk bertobat atas apa yang kami lakukan,” tambah Antonov.

Namun, Antonov menegaskan bahwa pihaknya dengan tegas tak akan begitu saja meluluskan persyaratan AS.

Presiden AS Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin
Presiden AS Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin (AFP)

“Tentu kami mengatakan dengan tegas dan jelas, kami sangat yakin akan hal ini, setidaknya diplomat Rusia yang bekerja di sini tak akan menyerah seperti itu. Tidak pernah!” katanya.

“Kami sangat yakin, dan akan lebih sulit untuk bekerja tanpa kepastian ini, bahwa semua tugas yang ditetapkan Panglima Tertinggi akan selesai sepenuhnya. Kami tak akan menyerah, dan tak akan mundur,” lanjut Antonov.

Baca juga: Posisi Amerika Makin Terjepit, Bentrok dengan China dan Rusia, Kejahatannya Dibongkar di Sidang PBB

Namun dengan mengatakan “setidaknya diplomat Rusia yang bekerja di sini”, menjadi sinyal adanya pihak lain di Pemerintah Rusia tidak yakin dengan pesan tak menyerah.

Antonov sendiri kemudian memperingatkan bahwa usaha Barat mempersenjantai Ukraina, akan memicu perang nuklir.

“Situasi saat ini sangat berbahaya. AS telah tenggelam begitu dalam pada konflik dengan konsekuens yang tak bisa diprediksi terkait hubungan dua kekuatan nuklir,” ucapnya.

Sumber: Daily Mail/Kompas.TV

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Amerika Ajukan 3 Syarat Negosiasi ke Presiden Rusia Vladimir Putin

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved