Berita Belitung

Forum Tematik Bakohumas, Gernas Bangga Buatan Indonesia Strategi Pulihkan Ekonomi Pasca Pandemi

Untuk mendukung Gernas BBI, Kemendag memiliki empat strategi, yaitu penguatan regulasi untuk memastikan lapangan usaha bagi pelaku UMKM.

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Novita
IST/Dokumentasi Biro Humas Kemendag
Sekjen Kementerian Perdagangan, Suhanto, membuka Forum Tematik Bakohumas secara virtual, Rabu (18/5/2022). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Pemulihan ekonomi nasional menjadi agenda strategis pemerintah pascapandemi Covid-19. Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan, Suhanto, berkomitmen menjadikan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) sebagai prioritas strategis untuk memulihkan ekonomi nasional.

Penegasan ini disampaikan Sekjen Kementerian Perdagangan, Suhanto, secara virtual saat membuka kegiatan Forum Tematik Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) dengan tema Pulihkan Ekonomi Melalui Gernas BBI yang diselenggarakan di Sheraton Belitung Resort, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (18/5/2022).

Kegiatan ini juga diikuti secara virtual melalui aplikasi zoom. Acara Bakohumas ini merupakan rangkaian kegiatan kampanye Gernas BBI yang dipusatkan di Provinsi Bangka Belitung.

"Presiden RI menerbitkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2021 tentang Tim Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI) pada tanggal 8 September 2021. Gernas BBI menjadi salah satu strategi Pemerintah untuk memulihkan perekonomian nasional akibat dua tahun terdampak pandemi Covid-19," tegas Suhanto.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo sudah meresmikan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia sebagai wujud dukungan untuk Usaha Mikro Kecil Menengah ( UMKM), termasuk Industri Kecil dan Menengah (IKM) Indonesia.

Menurut Suhanto, Indonesia memiliki banyak kekuatan, karya-karya hebat, dan berbagai produk berkualitas dari anak bangsa yang bertalenta. Pandemi memang membawa dampak bagi bangsa Indonesia, tetapi tidak menghentikan langkah anak bangsa untuk terus berkreasi. Keterbatasan justru mendorong inovasi serta transformasi, menggali potensi diri, dan menciptakan berbagai peluang.

Untuk mendukung Gernas BBI, Kementerian Perdagangan memiliki empat strategi, yaitu penguatan regulasi untuk memastikan lapangan usaha bagi pelaku UMKM. Kemudian, memfasilitasi UMKM dengan tujuan penguatan kemampuan manajerial dan peningkatan kemampuan produksi UMKM.

Selanjutnya, meningkatkan akses pasar baik dalam negeri dan di luar negeri bagi produk lokal, serta, mengedukasi masyarakat untuk bangga terhadap produk Indonesia dan produk yang diproduksi di Indonesia, melalui Kampanye Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia.

Beberapa target utama Gernas BBI antara lain, peningkatan jumlah UMKM/IKM termasuk pelaku ekonomi kreatif untuk turut terjun dalam ekosistem digital, serta peningkatan jumlah penjualan atau transaksi pembelian produk lokal. Lalu, peningkatan daya beli masyarakat, perluasan pasar, akses permodalan, pelatihan, pendataan, dan percepatan siklus ekonomi lokal melalui belanja produk lokal.

Ditegaskannya, Kementerian Perdagangan terus menjalankan program-program yang dapat mendukung efisiensi dan efektivitas di bidang perdagangan melalui kerja sama dengan berbagai pihak terkait, baik itu pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, maupun pemangku kepentingan terkait lainnya, seperti pelaku usaha dan asosiasi.

Selain itu, Kementerian Perdagangan konsisten menyediakan informasi dan membuka akses untuk penetrasi pasar tujuan ekspor. Misalnya, melalui perwakilan perdagangan Kementerian Perdagangan yang ada di luar negeri.

"Untuk mendukung peningkatan produktivitas, pemerintah mengupayakan pengembangan ekosistem digital. Digitalisasi UMKM yang masuk ke e-commerce dan marketplace yang jumlahnya terus bertambah. Gernas BBI sejauh ini mampu mengakselerasi UMKM untuk tergabung dalam ekosistem digital," imbuhnya.

Menurut Suhanto, Forum Bakohumas memiliki peran sangat strategis untuk mengkampanyekan dan mengkomunikasikan Gernas BBI kepada masyarakat luas.

"Bakohumas merupakan wadah koordinasi seluruh Humas Pemerintah, Lembaga Negara, dan BUMN yang saat ini anggotanya lebih dari 180 instansi, memiliki peranan dan fungsi sangat strategis, seperti pesan Presiden Joko Widodo Yaitu untuk mempercepat arus informasi antar kementerian dan lembaga pemerintah, terutama untuk mengkomunikasikan kegiatan Pemerintah kepada masyarakat pada kesempatan pertama," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved