Breaking News:

Berita Belitung

Driver Taksi Online di Belitung Bakal Mogok, Kecewa Tarif Aplikasi Tak Sesuai dengan Kondisi Terkini

Dia menilai, tarif yang sejauh ini diberlakukan pihak aplikator merugikan para driver karena potongan yang besar.

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Novita
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Komunitas Driver Online saat bersepakat mogok lantaran kecewa tarif aplikasi tak sesuai, Kamis (19/5/2022). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Komunitas Driver Online Belitung merasa kecewa dengan tarif yang dikenakan aplikator tak sesuai dengan kondisi terkini.

Menyikapi hal trsebut, Komunitas Driver Online Belitung bakal mogok massal, sehingga masyarakat pengguna taksi online harus mempersiapkan diri.

Sekitar 30 pengemudi taksi online yang kini aktif pun, sepakat akan mogok selama tiga hari pada 20-22 Mei 2022.

Mereka mengeluhkan tarif yang dikenakan sejak operasional taksi online di Belitung sejak tahun 2017 hingga kini tak mengalami perubahan. Padahal, biaya bahan bakar minyak (BBM) hingga perawatan mobil meningkat.

"Semula premium sekarang pertalite, ini sudah berbeda, juga untuk mendapatkannya pun kadang sulit. Kemudian dari segi perawatan mobil, ganti oli dan ganti ban sudah naik, terus perawatan tidak terduga harganya sudah jauh naik. Menurut kami tidak sesuai dengan tarif yang ada, jadi minta perubahan tarif," kata perwakilan Komunitas Driver Online Belitung, Delitua Siahaan, Kamis (19/5/2022).

Dia menilai, tarif yang sejauh ini diberlakukan pihak aplikator merugikan para driver karena potongan yang besar, ditambah mereka juga kehilangan insentif. Pemasukan driver semakin kecil karena dari tarif yang dibayar penumpang masih dipotong 20 persen ditambah potongan Rp3.000 biaya pemesanan, serta Rp1.000 biaya asuransi.

Misalnya, dari tarif minimal Rp17.000, driver hanya mendapat Rp10.400. Bahkan biaya tarif minimal untuk jarak yang sama antara taksi online dan ojek online selisihnya tipis. Padahal biaya perawatan kendaraan roda empat jauh lebih mahal.

"Kami sangat dirugikan, apalagi barang-barang naik, BBM dan yang paling berat biaya perawatan mobil. Kami melihat perbedaan tarif di provinsi, ada driver yang coba mengaktifkan di Pangkalpinang, tarif antara Pangkalpinang dan Belitung selisihnya jauh," jelasnya.

"Misalnya dari kota Pangkalpinang ke bandara yang berjarak 10 km, biaya aplikasi 120 ribu, tarif bersih yang masuk ke driver Rp90 ribu. Sedangkan Belitung, dengan jarak yang sama hanya Rp70 ribu-80 ribu, nanti yang masuk ke driver antara Rp60 ribu-70 ribu. Sedangkan pulang dari bandara kosong, tidak bisa jemput penumpang," imbuh Delitua.

Menurutnya, komunikasi dengan pihak aplikator pun sulit dilakukan lantaran tidak ada kantor perwakilan yang dapat memberikan solusi atau jawaban bagi para driver.

Makanya, opsi mogok pun menjadi pilihan dengan harapan ada solusi terhadap keluhan mereka. ( Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved