Sukses Setop Ekspor Nikel, Tahun Ini Jokowi juga Akan Hentikan Ekspor Timah dan Bauksit

Presiden Jokowi akan segera melarang ekspor mineral timah dan bauksit untuk mendorong agar dibangunnya industri hilirisasi

Editor: Hendra
bangkapos.com
Balok timah di gudang penyimpanan di sekitar Pelabuhan Pangkalbalam, Pangkalpinang. 

POSBELITUNG.CO -- Presiden Joko Widodo akan segera menghentikan ekspor timah dan bauksit tahun ini.

Kebijakan penghentian ekspor timah dan bauksit ini untuk mendorong agar produk hilirasasi.

Rencana besar Jokowi ini disampaikan oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.

Karenanya ia pelaku usaha timah dan bauksit harus segera membangun industri hilirasasinya.

Baca juga: Sosok Lin Che Wei Mafia Minyak Goreng, Punya Pengaruh Besar di Kemendag, Bisa Atur Kebijakan Ekspor

Baca juga: Hercules Mantan Preman Tanah Abang Kini Garap Tambang Timah di Bangka Belitung

Bahlil mengatakan larangan tersebut merupakan interpretasi arahan Presiden Jokowi untuk membangun hilirisasi dan membangun industri berbasis energi baru terbarukan dan ramah lingkungan.

"Kami dari Kementerian Investasi menterjemahkan dengan transformasi ekonomi lewat hilirisasi dengan pendekatan pengelolaan sumber daya alam.

Nikel, kita setop. Bauksit sebentar lagi kita akan setop. Di 2022 bauksit akan kita setop dan di 2022 akhir kita juga akan setop ekspor timah," katanya dilansir dari Antara, Kamis (19/5/2022).

Area hutan mangrove Desa Sijuk dan Sungai Padang rusak dibabat tambang ilegal, Rabu (3/11/2021).
Kawasan hutan mangrove Desa Sijuk dan Sungai Padang rusak dibabat tambang ilegal, Rabu (3/11/2021). ((posbelitung.co/dede s))

Menurut Bahlil, dihentikannya ekspor mineral akan mendorong terjadinya hilirisasi yang memberikan nilai tambah maksimal bagi dalam negeri.

Ia menyebutkan larangan ekspor nikel yang diberlakukan pemerintah sudah terbukti justru meningkatkan ekspor produk turunan nikel yaitu stainless steel.

"Apa yang terjadi, di tahun 2022, ekspor kita untuk hasil nikel hanya 2 miliar dollar AS. Dan di 2022, ekspor hilirisasi dari stainless steel, itu sudah mencapai 20 miliar dollar AS," katanya.

Baca juga: Tolak Penambangan Timah di Perairan Tanjung Ketapang, Ratusan Nelayan Datangi Kantor Bupati Basel

Larangan ekspor komoditas tambang dan mineral juga dinilai memberi dampak positif terhadap neraca perdagangan, terutama dengan China.

"Bahkan sekarang defisit neraca perdagangan kita dengan China itu tidak lebih dari 2 miliar dollar AS. Di 2022, itu pasti akan terjadi surplus neraca perdagangan kita dengan China, kontribusi kita dari hilirisasi nikel," katanya.

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan keberanian pemerintah menghentikan ekspor bahan mentah tambang membuahkan dampak positif terhadap neraca perdagangan, sehingga kebijakan tersebut akan dilanjutkan.

“Keberanian kita men-setop itu (ekspor bahan mentah bijih nikel) hasilnya kelihatan. Oleh karena itu kita lanjutkan setop bauksit, tembaga, timah, dan lain-lain,” kata Presiden.

Pemerintah pun berencana melanjutkan kebijakan penghentian ekspor bahan mentah tambang untuk bauksit pada tahun 2022, dan selanjutnya tembaga, dan lainnya.

Penulis : Muhammad Idris

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokowi Mau Larang Ekspor Timah dan Bauksit Tahun Ini", 

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved