Berita Belitung Timur

Bersama Burhanudin, Wamendag RI Jerry Sambuaga Tinjau Perusahaan Kelapa Sawit di Belitung Timur

Menurutnya, kebijakan tersebut diambil untuk memenuhi aspirasi masyarakat petani sawit di Indonesia.

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Novita
Posbelitung.co/Bryan Bimantoro
Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga, didampingi Bupati Belitung Timur, Burhanudin, meninjau perusahaan kelapa sawit di Kelapa Kampit, Sabtu (21/5/2022). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga, didampingi Bupati Belitung Timur, Burhanudin, meninjau satu dari perusahaan kelapa sawit terbesar di kawasan Kelapa Kampit, Belitung Timur, Sabtu (21/5/2022).

Dalam kunjungannya itu, mereka sempat berdiskusi dengan petinggi perusahaan mengenai kondisi saat ini.

Wamendag Jerry Sambuaga mengatakan, Presiden Joko Widodo sudah mencabut larangan ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan minyak goreng per Kamis (19/5/2022) lalu.

Menurutnya, kebijakan tersebut diambil untuk memenuhi aspirasi masyarakat petani sawit di Indonesia.

"Bapak Presiden sudah memutuskan bahwa membuka lagi ekspor CPO dan minyak goreng mulai 23 Mei 2022. Artinya, perusahaan bisa mengekspor lagi produk sawit dan turunannya sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku nantinya," kata Jerry.

Dia berharap dengan dicabutnya larangan ekspor ini, bisa mengembalikan seperti semula kegiatan produksi perusahaan, serta para petani kelapa sawit yang ada di Belitung Timur dan Indonesia umumnya.

Di tempat yang sama, Bupati Belitung Timur, Burhanudin, mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo atas dicabutnya kebijakan larangan ekspor CPO dan minyak goreng. Menurutnya, respons pencabutan larangan itu disambut baik para petani sawit di wilayah yang dia pimpin.

"Sehingga petani sawit mulai bergairah dan bersemangat kembali, apa lagi mereka akan memasuki panen raya. Saya selaku Bupati sudah mendapatkan informasi dan menyampaikan surat kepada Perusahaan Besar Swasta (PBS) kelapa sawit agar segera menerima sawit rakyat," kata Burhanudin.

Setelah dia menyampaikan surat tersebut, hari ini dia mengaku sudah mendapatkan informasi bahwa perusahaan-perusahaan sudah siap menerima kembali sawit dari masyarakat per tanggal 23 Mei 2022.

"Artinya bahwa urusan perusahaan sawit dengan petani kelapa sawit mulai berjalan kembali seperti sebelumnya dengan harga yang wajar," kata Burhanudin.

Diberitakan sebelumnya, ratusan pelaku usaha sawit di Belitung Timur melakukan demonstrasi di depan kantor Bupati Belitung Timur untuk menekan pemerintah supaya meninjau ulang kebijakan larangan ekspor CPO dan minyak goreng.

Hal itu karena dampak dari kebijakan tersebut menyebabkan perusahaan tidak membeli tandan buah sawit dari petani karena tangki penyimpanan mereka full. ( Posbelitung.co/Bryan Bimantoro)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved