Perang Rusia dan Ukraina

Amerika Dikepung Rusia dan China, Jendral AS Akui Berisiko Bila Berkonflik, Kini Ekonomi Saja Hancur

Jendral AS Mark Milley ingatkan negaranya potensi konflik global bakal terjadi kerananya jangan sampai berkonflik dengan Rusia dan China

Penulis: Hendra CC | Editor: Hendra
AFP
Presiden Rusia, Vladimir Putin dan Presiden China, Xi Jinping berjabat tangan 

POSBELITUNG.CO, NEW YORK -  Amerika Serikat harus berpikir dua kali kalau harus perang berhadapan langsung dengan Rusia.

Apalagi saat ini hubungan Amerika Serikat dengan China juga tak terlalu baik.

Karenanya Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat (AS) Jenderal Mark Milley sangat berisiko bila negaranya berkonflik dengan dua negara tersebut.

Diakuinya bila saat ini pemerintahannya dibawah kepemimpinan Presiden Joe Biden tengah menghadapi dua kekuatan besar tersebut yakni China dan Rusia.

Baca juga: Senjata Canggih Amerika Kalah dengan Roti Putin, Takut Mati Kelaparan Usai Rusia Setop Ekspor Gandum

Baca juga: Rusia Ciptakan Petaka di Dunia, Setop Ekspor Bahan Pangan, Masyarakat Global Perlahan Mati Kelaparan

Baca juga: Zadira Senjata Laser Tercanggih Rusia, Bakal Meratakan Ukraina, Objek yang Terkena Langsung Hancur

Dan diketahui bila Rusia dan China merupakan negara yang menentang kekuasaan global yang berdasarkan hukum internasional kini dipegang oleh Amerika Serikat.

Karenanya Rusia tanpa pikir panjang berani menginvasi Ukraina sekutu Amerika Serikat.

Sementara China terus mengembangkan militer serta mengintimidasi Taiwan dan tak mau mengalah dalam sengketa Laut China Selatan.

Jenderal Mark Milley, Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat
Jenderal Mark Milley, Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat (military.com)

“Kita sekarang menghadapi dua kekuatan dunia, Rusia dan China. Masing-masing mereka punya potensi militer signifikan dan berkehendak kuat mengubah tatanan berbasis hukum yang ada saat ini,” kata Milley dalam upacara wisuda Akademi Militer West Point AS sebagaimana dikutip TASS, Sabtu (21/5/2022).

“AS tengah memasuki dunia yang semakin tidak stabil. Dunia yang kalian masuki ini menghadapi risiko konflik internasional besar antara kekuatan-kekuatan terbesar dunia. Potensi itu semakin berkembang, bukan malah berkurang,” lanjutnya.

AS sendiri kerap berselisih dengan China ataupun Rusia dalam berbagai hal.

Invasi ke Ukraina mulai Februari lalu mempertegang hubungan Washington-Moskow.

Sementara itu di Indo-Pasifik, China menuduh AS ingin memperbesar pengaruh di kawasan tersebut melalui pembentukan aliansi AUKUS dan kerja sama dengan Korea Selatan serta Jepang.

Rusia Bikin Masyarakat Global Kelaparan

Amerika Serikat benar-benar pusing dan stress dibuat oleh Rusia.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved